Rabu, 16 November 2011

SIAPA PENGHUNI ANTARIKSA ?

Dari zaman dulu sampai sekarang manusia tetap penasaran. Apakah ada makhluk hidup di antariksa.....

Tidak Selalu Manusia
     Tiba-tiba, ada penemuan mengejutkan. Pada tahun 1996 diumumkan hasil penelitian batu meteorit di Kutub Selatan. Kamu tau kan batu meteorit itu batuan antariksa yang jatuh ke Bumi?. Ya, batu itu dibawa ke laboratorium, dibelah, dan diperiksa dengan mikroskop. Hasilnya, ditemukan semacam sisa makhluk hidup dalam batu meteorit itu. 
     Hmm, seperti apa  makhluk hidup itu? Apakah mirip manusia? Oo, sayangnya, tidak. Makhluk hidup dalam meteorit itu berupa bakteri. Ya, makhluk super kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Penemuan ini menguatkan dugaan astronom. Ada makhluk hidup di antariksa. Dan penghuni antariksa tidak selalu manusia.

Tiga Penghuni Antariksa
     Wah, seperti apa penghuni antariksa, ya ? Menurut astronom, ada tiga bentuk makhluk hidup di alam semesta. Yaitu makhluk hidup sederhana, kompleks, dan makhluk hidup cerdas. Yang termasuk makhluk hidup sederhana adalah bakteri atau makhluk bersel tunggal. Makhluk hidup kompleks contonya tumbuhan dan hewan. Nah, manusia di Bumi adalah contoh makhluk cerdas. Kalau begitu, Alien termasuk makhluk apa? Mmm, katanya Alien adalah makhluk cerdas dari luar Planet Bumi. Bentuk Alien belum tentu mirip manusia, meskipun sama pintarnya dengan manusia.

Penumpang Meteor 
     Jumlah makhluk cerdas di galaksi Bima Sakti di duga hanya sedikit. Padahal galaksi Bima Sakti punya jutaan planet. Kenapa ya? Ups, soalnya keadaan planet di galaksi Bima Sakti banyak yang aneh. Misalnya, udara planetnya terlalu asam atau tekanan udaranya terlalu besar. Alam seperti itu tidak cocok dihuni makhluk cerdas. Hanya bisa dihuni makhluk hidup sederhana. Ssst, kamu tahu kan, di Bumi bakteri bisa hidup di alam
yang sangat buruk? Misalnya di gunung berapi.
     Lebih ajaib lagi, bakteri juga hidup di batu-batu yang melayang di antariksa. Hihihi ... dengan menumpang batu itu, bakteri berkelana di antariksa dalam keadaan tidur alias pingsan. Ups, bakteri tahan pingsan selama jutaan tahun, lo. Jika batu itu jatuh ke tempat yang cocok, misalnya planet berair, bakteri siuman dan hidup lagi.
    






WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar