Kata
Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan mengenai “Pengaruh
Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau” tepat pada waktunya.
Melalui penyusunan
laporan ini diharapkan kami beserta para siswa lainnya dapat mengetahui dan
memahami pembelajaran mengenai pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sehingga
kita dapat memperoleh pengetahuan dari pembelajaran tersebut. Kami juga
berharap semoga laporan yang kami susun ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Kami menyadari dalam
pembuatan laporan ini masih banyak kekurangan maupun kesalahan karena
keterbatasan pengetahuan serta pengalaman kami. Oleh karena itu, kami
mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki
laporan kami ini sehingga kami dapat mengembangkan diri lebih baik lagi dalam
pembuatan laporan selanjutnya.
Surabaya, 8
September 2013
Tim
Penyusun
I.
Pendahuluan
:
A.
Latar
Belakang
Cahaya matahari adalah
sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia
, hewan dan tumbuhan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu,
bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses
fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan
makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya
matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun
kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya
saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang
kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis
dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya
cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel
tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan
– tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang,
lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Sedangkan kacang hijau
adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika.
Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat
kecambah atau toge. Selain itu, kacang hijau juga memiliki bunga kacang hijau
yang berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga
tersebut akan membentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.
Dalam pertumbuhan
tanaman kacang hijau, memerlukan media dan dipengaruhi oleh beberapa faktor
salah satunya adalah cahaya. Sehubungan dengan adanya kacang hijau yang dalam
pertumbuhannya dipengaruhi oleh cahaya, pada penelituian ini akan membahas
mengenai perlakuan yang akan ditimbulkan dari pemberian intensitas cahaya yang
berbeda. Untuk mengetahui secara detail, maka perlu diketahui bahwa cahaya
merupakan energi yang berbentuk gelombang dan membantu kita untuk melihat. Tumbuhan
hijau termasuk kacang hijau, memerlukan cahaya tidak hanya untuk membuat
makanan, tetapi juga untuk pertumbuhan seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya.
Oleh sebab itu, kami memilih permasalahan ini sebagai poin
penting dalam pembuatan proposal ini. Kami ingin mengetahui apakah benar ada
pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau sehingga kami
dapat membuktikan bahwa teori yang sudah ada sebelumnya itu benar.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
ada pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau ?
2. Bagaimana
pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau ?
3. Bagaimana
perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau yang di letakkan di bawah sinar
matahari langsung, di tempat remang-remang (kurang cahaya), dan di tempat
cahaya ?
C.
Tujuan
1. Mengamati
pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
2. Mengetahui
pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
3. Mengetahui
perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau yang di letakkan pada lingkungan yang
memiliki intensitas cahaya berbeda.
4. Mengetahui
variabel yang paling efektif dan cepat dalam pertumbuhan biji kacang hijau pada
faktor cahaya, air, dan lain sebagainya.
D.
Manfaat
1. Memberikan
pengetahuan mengenai pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji
kacang hijau.
2. Sebagai
sumber informasi bagi kaum awam yang belum mengetahui penuh tentang pengaruh
intensitas cahaya terhadap biji kacang hijau.
3. Sebagai
sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian.
4. Menambah
pengetahuan mengenai faktor cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan biji
kacang hijau.
5. Mendapat
pengetahuan mengenai tempat yang lebih cocok untuk menumbuhkan biji kacang
hijau untuk mendapatkan hasil yang baik.
6. Mendapat
informasi kualitas kecambah yang di letakkan pada lingkunga dengan intensitas
cahaya berbeda.
II.
Tinjauan
Pustaka :
A.
Hipotesis
Cahaya dapat
mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau. Tumbuhan biji kacang hijau yang berada
di lingkungan yang intensitas cahayanya berbeda akan menghasilkan tinggi yang berbeda
pula. Tumbuhan di tempat gelap akan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang
berada di tempat terang/bercahaya.
Tumbuhan kacang hijau
di letakan diruang yang langsung terkena cahaya maka pertumbuhannya akan lebih
lambat namun daunnya tampak lebih lebar, tebal, hijau tampak segar, dan batang
kecambah tampak kokoh. Sedangkan jika di letakkan di ruang yang kekurangan
cahaya (remang-remang) dan di tempat gelap maka batang kecambah akan tumbuh
lebih cepat namun lemah, daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat.
B.
Landasan
Teori
Pertumbuhan adalah
pertumbuhan ukuran (massa, panjang) secara kuantitatif yang dihasilkan dari pertumbuhan jumlah sel
dan bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Perkembangan adalah proses
menuju kedewasaan secara kuantitatif terhadap pengembangan tubuh organisme.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan meliputi:
1.
Faktor
luar
a. Makanan
(nutrisi) :
Makanan adalah sumber energi dan sumber
materi untuk menyintesis berbagai
komponen sel.
b. Air
:
Air berfungsi untuk fotosintesis,
mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembaban, dan membantu perkecambahan
biji.
c. Suhu/temperatur
lingkungan :
Tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk
tumbuh dan berkembang. Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang
menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu
yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau
kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau
berhenti.
d. Kelembaban
:
Tanah dan udara yang lembab berpengaruh
baik terhadap pertumbuhan. Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan
serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di
mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan
yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
e. Cahaya:
Tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak
cahaya yang dibutuhkan berbeda di setiap tumbuhan. Sinar matahari sangat
dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan
hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa
tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi).
f. Udara
(oksigen) :
Pada
tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis dibutuhkan udara yaitu karbon
dioksida dimana tumbuhan menghirup karbon dioksida pada siang hari sedangkan
pada malam hari tumbuhan menghirup oksigen
g. Nilai
pH ( Tingkat Keasaman ) :
Nilai
pH yang dimaksud adalah pH tanah. Nilai pH dapat memengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan. Hal ini karena nilai pH menentukan kemampuan tumbuhan
dalam mengambil unsur hara dalam tanah. Jika nilai pH tidak sesuai, tanaman
dapat mengalami keracunan.
2.
Faktor
Dalam :
Faktor dalam adalah
faktor yang ada dari dalam tumbuhan itu sendiri yaitu gen dan hormon.
a. Gen
Gen merupakan faktor
pembawa sifat yang diwariskan dari induk kepada keturunannya, gen inilah yang
mengendalikan sifat suatu organismetermasuk aktivitas pertumbuhan, perkembangan
dan reproduksi. Gen menempati suatu tempat pada kromosom di dalam inti sel,
berfungsi mengatur reaksi kimia di dalam sel (misal: sintesa protein).
b. Hormon
Hormon adalah senyawa
kimia yang di hasilkan di dalam tubuh. Hormon berfungsi mengatur dan
mengendalikan semua aktivitas tubuh. Seperti pertumbuhan, metabolisme dan
reproduksi.
III.
Metode
Penelitian :
A.
Variabel :
1. Variabel
bebas : intensitas cahaya untuk pertumbuhan.
2. Variabel
terikat : Pertumbuhan kacang hijau, parameternya adalah panjang batang, jumlah
daun, lebar daun, tinggi tanaman, warna daun, kokoh tidaknya kacang hijau.
3. Variabel
kontrol :
a. Botol
aqua gelas.
b. Jumlah
kapas masing-masing gelas sama.
c. Jumlah
biji kacang hijau masing-masing gelas sama.
d. Volume
air.
B.
Waktu
dan Tempat Pelaksanaan :
a. Waktu
: Minggu, 18 Agustus – Sabtu, 24 Agustus 2013 (7 hari)
b. Tempat
: Rumah anggota kelompok
C.
Alat
dan Bahan :
1. Gelas
aqua bekas
2. Kapas
3. Penggaris
4. Alat
tulis
5. Air
6. Biji
kacang hijau
D.
Cara
Kerja :
1. Siapkan
alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Cucilah
biji kacang hijau dengan air bersih dan tiriskan.
3. Siapkan
tiga gelas aqua bekas yang telah dicuci bersih dan dikeringkan.
4. Letakkan
kapas yang telah dibasahi dengan air ke dalam gelas aqua.
5. Letakkan
lima biji kacang hijau pada setiap gelas aqua.
6. Letakkan
ketiga gelas aqua tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung, di
tempat kurang cahaya (remang-remang), dan di tempat gelap tanpa cahaya.
7. Memberi
air setiap hari.
8. Amati
pertumbuhan biji kacang hijau setiap hari pada waktu yang sama.
9. Lakukan
pengukuran terhadap masing-masing biji kacang hijau dengan menggunakan
penggaris setiap pagi.
10.
Membuat tabel hasil percobaan.
11.
Mencatat hasil pengamatan dalam tabel
E.
Cara
Pengambilan Data :
1. Teknik
pengambilan sampel
2. Teknik
pengumpulan data :
a. Teknik
pengumpulan data dengan observasi
b. Membuat
catatan lapangan
c. Eksperimen
atau percobaan
IV.
Hasil
dan Pembahasan :
A.
Tabel
Hasil Pengamatan :
|
No.
|
Waktu
|
Keadaan Akar
|
Keadaan Batang
|
Keadaan Daun
|
|
1.
|
Hari ke-1
|
Belum ada
|
Ada
|
Belum ada
|
|
2.
|
Hari ke-2
|
Ada
|
Ada
|
Belum ada
|
|
3.
|
Hari ke-3
|
Ada
|
Ada
|
Ada
|
|
4.
|
Hari ke-4
|
Ada
|
Ada
|
Ada
|
|
5.
|
Hari ke-5
|
Ada
|
Ada
|
Ada
|
|
6.
|
Hari ke-6
|
Ada
|
Ada
|
Ada
|
|
7.
|
Hari ke-7
|
Ada
|
Ada
|
Ada
|
|
No.
|
Waktu
|
Terang (cm)
|
Remang-remang (cm)
|
Gelap (cm)
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
|
1.
|
Hari ke-1
|
0,7
|
0,1
|
0,5
|
0,2
|
0,6
|
0,9
|
0,5
|
0,8
|
0,6
|
0,7
|
0,8
|
0,8
|
0,6
|
0,7
|
0,9
|
|
2.
|
Hari ke-2
|
1
|
0,5
|
0,8
|
0,9
|
1
|
2
|
1,5
|
2
|
1
|
2,5
|
3
|
2
|
2,5
|
2
|
4
|
|
3.
|
Hari ke-3
|
5
|
2
|
4
|
2,5
|
3
|
7
|
5
|
8
|
6
|
7
|
8
|
5
|
7
|
4
|
12
|
|
4.
|
Hari ke-4
|
6
|
4
|
5
|
3
|
4,5
|
16
|
13
|
15
|
14
|
13
|
15
|
12
|
18
|
17
|
22
|
|
5.
|
Hari ke-5
|
7
|
5
|
6,5
|
5
|
6
|
20
|
18
|
24
|
20
|
19
|
24
|
23
|
24,5
|
25
|
26
|
|
6.
|
Hari ke-6
|
10
|
8
|
7
|
7,5
|
9
|
24
|
25
|
27
|
26
|
24
|
30
|
29
|
31
|
31
|
30
|
|
7.
|
Hari ke-7
|
12
|
9
|
8
|
9,5
|
10
|
28
|
30
|
30
|
31
|
29
|
31
|
31
|
32
|
33
|
32
|
B.
Analisa
Data :
Dari tabel 2 dapat
dilihat bahwa pertumbuhan kecambah pada tempat yang terang selalu mengalami
peningkatan. Pada sampel 1 di hari pertama biji mulai pecah dan mulai sedikit tumbuh
batang sehingga pengukurannya yaitu 0,7 cm, setelah hari ke 1atau hari ke 2
batang kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan terlihat lebih panjang
yaitu menjadi 1 cm, pada hari ke 3 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 4 naik lagi
menjadi 6 cm, pada hari ke 5 naik menjadi 7 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 10
cm, dan 12 cm pada hari ke 5.
Pada sampel ke 2 juga mengalami hal yang sama yaitu di hari
pertama masih berupa biji yang mulai pecah dan tumbuh sedikit batang pendek
sehingga pengukurannya yaitu 0,1 cm, namun setelah hari ke 1 atau hari ke 2
batang biji kacang hijau mulai mengalami
pertumbuhan lebih panjang lagi yaitu menjadi 0,5 cm, pada hari ke 3 naik menjadi 2 cm, pada hari ke 4 naik lagi menjadi 4 cm, pada
hari ke 5 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 8 cm dan 9 cm
pada hari ke 7.
Pada sampel 3 di hari
pertama biji mulai pecah dan mulai sedikit tumbuh batang sehingga pengukurannya
yaitu 0,5 cm, setelah hari ke 1 atau hari ke 2 batang kacang hijau sudah mulai
mengalami pertumbuhan terlihat lebih panjang yaitu menjadi 0,8 cm, pada hari ke
3 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 4 naik lagi menjadi 5 cm, pada hari ke 5 naik
menjadi 6,5 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 7 cm, dan 8 cm pada hari ke 5.
Pada sampel ke 4 juga mengalami hal yang sama yaitu di hari
pertama masih berupa biji yang mulai pecah dan tumbuh sedikit batang pendek
sehingga pengukurannya yaitu 0,2 cm, namun setelah hari ke 1 atau hari ke 2
batang biji kacang hijau mulai mengalami
pertumbuhan lebih panjang lagi yaitu menjadi 0,9 cm, pada hari ke 3 naik menjadi 2,5 cm, pada hari ke 4 naik lagi menjadi 3 cm, pada
hari ke 5 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 7,5 cm dan 9,5
cm pada hari ke 7.
Pada sampel terakhir di
hari pertama masih berupa biji yang mulai pecah dan tumbuh sedikit batang
pendek sehingga pengukurannya yaitu 0,6 cm,namun setelah hari ke 1 atau hari ke
2 batang kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan lebih panjang yaitu menjadi 1 cm pada hari ke 3 naik menjadi
3, pada hari ke 4 naik lagi menjadi 4,5 cm,
pada hari ke 5 naik menjadi 6 cm,
pada hari ke 6 naik menjadi 9 cm, dan 10 cm pada hari ke 7.
Dari tabel 2 yaitu kecambah yang diletakkan di
tempat kurang cahaya atau remang-remang dapat diketahui pada sampel 1 dihari
pertama masih sangat kecil batangnya 0,9 cm, pada hari kedua yaitu 2 cm, pada
hari ke tiga menjadi 7 cm, pada hari ke empat menjadi 16 cm, pada hari kelima
menjadi 20, pada hari keenam menjadi 24, dan pada hari ketujuh menjadi 28 cm.
Pada sampel 2 dihari pertama masih 0,5 cm, pada hari
kedua yaitu 1,5 cm, pada hari ke tiga 5 cm, pada hari keempat menjadi 13 cm,
pada hari kelima menjadi 18 cm, pada hari keenam menjadi 25 dan pada hari
terakhir menjadi 30 cm.
Pada sampel 3 dihari pertama masih 0,8 cm, pada hari
kedua yaitu 2 cm, pada hari ke tiga 8 cm, pada hari keempat menjadi 15 cm, pada
hari kelima menjadi 24 cm, pada hari keenam menjadi 27 cm, dan pada hari
terakhir menjadi 30 cm.
Pada sampel 4 dihari pertama masih 0,6 cm, pada hari
kedua yaitu 1 cm, pada hari ke tiga 6 cm, pada hari keempat menjadi 14, pada
hari kelima menjadi 24 cm, pada hari keenam menjadi 27 cm dan pada hari
terakhir menjadi 31 cm.
Pada sampel 5 dihari pertama masih 0,7 cm, pada hari
kedua yaitu 2,5 cm, pada hari ke tiga 7 cm, pada hari keempat menjadi 13, pada
hari kelima menjadi 19 cm, pada hari keenam menjadi 24 cm dan pada hari
terakhir menjadi 29 cm.
Dari tabel 2 yaitu kecambah yang diletakkan di
tempat gelap dapat diketahui pada sampel 1 dihari pertama masih 0,8 cm, pada
hari kedua yaitu 3 cm, pada hari ke tiga menjadi 8 cm, pada hari ke empat
menjadi 15, pada hari kelima menjadi 24 cm, pada hari keenam menjadi 30 dan
pada hari ketujuh menjadi 31 cm.
Pada sampel 2 dihari pertama masih 0,8 cm, pada hari
kedua yaitu 2 cm, pada hari ke tiga 5 cm, pada hari keempat menjadi 12 cm, pada
hari kelima menjadi 23 cm, pada hari keenam menjadi 29 cm, dan pada hari
terakhir menjadi 31 cm.
Pada sampel 3 dihari pertama masih 0,6 cm, pada hari
kedua yaitu 2,5 cm, pada hari ke tiga 7 cm, pada hari keempat menjadi 18 cm,
pada hari kelima menjadi 24,5 cm, pada hari keenam menjadi 31 cm, dan pada hari
terakhir menjadi 32 cm.
Pada sampel 4 dihari pertama masih 0,7 cm, pada hari
kedua yaitu 2 cm, pada hari ke tiga 4 cm, pada hari keempat menjadi 17 cm, pada
hari kelima menjadi 25 cm, pada hari keenam menjadi 31 cm dan pada hari
terakhir menjadi 33 cm.
Pada sampel 5 dihari pertama masih 0,9 cm, pada hari
kedua yaitu 4 cm, pada hari ke tiga 12 cm, pada hari keempat menjadi 22, pada
hari kelima menjadi 26 cm, pada hari keenam menjadi 30 cm dan pada hari
terakhir menjadi 32 cm.
V.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian pengaruh faktor
cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau, dapat
disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang
dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang
hijau.
Dari penelitian yang telah dilakukan
terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau
yang diletakan ditempat gelap, remang-remang, dan terang akan mempunyai
perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung
(terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna
hijau, batang tegak, kokoh. Biji kacang hijau yang terkena
cahaya melalui celah-celah pertumbuhannya lumayan cepat, daunnya pucat, daunnya
sedang, berwarna hijau, batang menuju arah datangnya cahaya, batang tidak
kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap)
pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat,
batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya
memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi
(primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat
sebelumnya telah benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar