Jumat, 18 Oktober 2013

Biology Report : The Sunlight Intensity Effect for The Green Bean Growth


Kata Pengantar

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan mengenai “Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau” tepat pada waktunya.
Melalui penyusunan laporan ini diharapkan kami beserta para siswa lainnya dapat mengetahui dan memahami pembelajaran mengenai pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sehingga kita dapat memperoleh pengetahuan dari pembelajaran tersebut. Kami juga berharap semoga laporan yang kami susun ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Kami menyadari dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangan maupun kesalahan karena keterbatasan pengetahuan serta pengalaman kami. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki laporan kami ini sehingga kami dapat mengembangkan diri lebih baik lagi dalam pembuatan laporan selanjutnya.







Surabaya, 8 September 2013


                                                                             Tim Penyusun

I.                  Pendahuluan :


A.   Latar Belakang
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia , hewan dan tumbuhan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Sedangkan kacang hijau adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Selain itu, kacang hijau juga memiliki bunga kacang hijau yang berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga tersebut akan membentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.
Dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau, memerlukan media dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Sehubungan dengan adanya kacang hijau yang dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh cahaya, pada penelituian ini akan membahas mengenai perlakuan yang akan ditimbulkan dari pemberian intensitas cahaya yang berbeda. Untuk mengetahui secara detail, maka perlu diketahui bahwa cahaya merupakan energi yang berbentuk gelombang dan membantu kita untuk melihat. Tumbuhan hijau termasuk kacang hijau, memerlukan cahaya tidak hanya untuk membuat makanan, tetapi juga untuk pertumbuhan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Oleh sebab itu,  kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan proposal ini. Kami ingin mengetahui apakah benar ada pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau sehingga kami dapat membuktikan bahwa teori yang sudah ada sebelumnya itu benar.

B.   Rumusan Masalah

1.     Apakah ada pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau ?
2.     Bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau ?
3.     Bagaimana perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau yang di letakkan di bawah sinar matahari langsung, di tempat remang-remang (kurang cahaya), dan di tempat cahaya ?

C.   Tujuan

1.     Mengamati pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
2.     Mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
3.     Mengetahui perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau yang di letakkan pada lingkungan yang memiliki intensitas cahaya berbeda.
4.     Mengetahui variabel yang paling efektif dan cepat dalam pertumbuhan biji kacang hijau pada faktor cahaya, air, dan lain sebagainya.

D.   Manfaat

1.     Memberikan pengetahuan mengenai pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
2.     Sebagai sumber informasi bagi kaum awam yang belum mengetahui penuh tentang pengaruh intensitas cahaya terhadap biji kacang hijau.
3.     Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian.
4.     Menambah pengetahuan mengenai faktor cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
5.     Mendapat pengetahuan mengenai tempat yang lebih cocok untuk menumbuhkan biji kacang hijau untuk mendapatkan hasil yang baik.
6.     Mendapat informasi kualitas kecambah yang di letakkan pada lingkunga dengan intensitas cahaya berbeda.

II.               Tinjauan Pustaka :

A.   Hipotesis
Cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau. Tumbuhan biji kacang hijau yang berada di lingkungan yang intensitas cahayanya berbeda akan menghasilkan tinggi yang berbeda pula. Tumbuhan di tempat gelap akan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat terang/bercahaya.
Tumbuhan kacang hijau di letakan diruang yang langsung terkena cahaya maka pertumbuhannya akan lebih lambat namun daunnya tampak lebih lebar, tebal, hijau tampak segar, dan batang kecambah tampak kokoh. Sedangkan jika di letakkan di ruang yang kekurangan cahaya (remang-remang) dan di tempat gelap maka batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah, daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat.

B.   Landasan Teori
Pertumbuhan adalah pertumbuhan ukuran (massa, panjang) secara kuantitatif  yang dihasilkan dari pertumbuhan jumlah sel dan bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan secara kuantitatif terhadap pengembangan tubuh organisme.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan meliputi:
1.     Faktor luar

a.     Makanan (nutrisi) :
Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk menyintesis  berbagai komponen sel.

b.     Air :
Air berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembaban, dan membantu perkecambahan biji.

c.      Suhu/temperatur lingkungan :
Tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dan berkembang. Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.

d.     Kelembaban :
Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik terhadap pertumbuhan. Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.

e.      Cahaya:
Tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak cahaya yang dibutuhkan berbeda di setiap tumbuhan. Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi).

f.       Udara (oksigen) :
Pada tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis dibutuhkan udara yaitu karbon dioksida dimana tumbuhan menghirup karbon dioksida pada siang hari sedangkan pada malam hari tumbuhan menghirup oksigen
g.     Nilai pH ( Tingkat Keasaman ) :
Nilai pH yang dimaksud adalah pH tanah. Nilai pH dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Hal ini karena nilai pH menentukan kemampuan tumbuhan dalam mengambil unsur hara dalam tanah. Jika nilai pH tidak sesuai, tanaman dapat mengalami keracunan.

2.     Faktor Dalam :
Faktor dalam adalah faktor yang ada dari dalam tumbuhan itu sendiri yaitu gen dan hormon.
a.       Gen
Gen merupakan faktor pembawa sifat yang diwariskan dari induk kepada keturunannya, gen inilah yang mengendalikan sifat suatu organismetermasuk aktivitas pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi. Gen menempati suatu tempat pada kromosom di dalam inti sel, berfungsi mengatur reaksi kimia di dalam sel (misal: sintesa protein).
b.      Hormon
Hormon adalah senyawa kimia yang di hasilkan di dalam tubuh. Hormon berfungsi mengatur dan mengendalikan semua aktivitas tubuh. Seperti pertumbuhan, metabolisme dan reproduksi.

III.           Metode Penelitian :

A.   Variabel :

1.     Variabel bebas : intensitas cahaya untuk pertumbuhan.
2.     Variabel terikat : Pertumbuhan kacang hijau, parameternya adalah panjang batang, jumlah daun, lebar daun, tinggi tanaman, warna daun, kokoh tidaknya kacang hijau.
3.     Variabel kontrol :
a.     Botol aqua gelas.
b.     Jumlah kapas masing-masing gelas sama.
c.      Jumlah biji kacang hijau masing-masing gelas sama.
d.     Volume air.

B.   Waktu dan Tempat Pelaksanaan :

a.     Waktu : Minggu, 18 Agustus – Sabtu, 24 Agustus 2013 (7 hari)
b.     Tempat : Rumah anggota kelompok

C.   Alat dan Bahan :

1.     Gelas aqua bekas
2.     Kapas
3.     Penggaris
4.     Alat tulis
5.     Air
6.     Biji kacang hijau

D.   Cara Kerja :

1.     Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.     Cucilah biji kacang hijau dengan air bersih dan tiriskan.
3.     Siapkan tiga gelas aqua bekas yang telah dicuci bersih dan dikeringkan.
4.     Letakkan kapas yang telah dibasahi dengan air ke dalam gelas aqua.
5.     Letakkan lima biji kacang hijau pada setiap gelas aqua.
6.     Letakkan ketiga gelas aqua tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung, di tempat kurang cahaya (remang-remang), dan di tempat gelap tanpa cahaya.
7.     Memberi air setiap hari.
8.     Amati pertumbuhan biji kacang hijau setiap hari pada waktu yang sama.
9.     Lakukan pengukuran terhadap masing-masing biji kacang hijau dengan menggunakan penggaris setiap pagi.
10.             Membuat tabel hasil percobaan.
11.             Mencatat hasil pengamatan dalam tabel

E.   Cara Pengambilan Data :

1.     Teknik pengambilan sampel
2.     Teknik pengumpulan data :
a.     Teknik pengumpulan data dengan observasi
b.     Membuat catatan lapangan
c.      Eksperimen atau percobaan

IV.           Hasil dan Pembahasan :

A.   Tabel Hasil Pengamatan :

No.
Waktu
Keadaan Akar
Keadaan Batang
Keadaan Daun
1.
Hari ke-1
Belum ada
Ada
Belum ada
2.
Hari ke-2
Ada
Ada
Belum ada
3.
Hari ke-3
Ada
Ada
Ada
4.
Hari ke-4
Ada
Ada
Ada
5.
Hari ke-5
Ada
Ada
Ada
6.
Hari ke-6
Ada
Ada
Ada
7.
Hari ke-7
Ada
Ada
Ada

No.
Waktu
Terang (cm)
Remang-remang (cm)
Gelap (cm)
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1.
Hari ke-1
0,7
0,1
0,5
0,2
0,6
0,9
0,5
0,8
0,6
0,7
0,8
0,8
0,6
0,7
0,9
2.
Hari ke-2
1
0,5
0,8
0,9
1
2
1,5
2
1
2,5
3
2
2,5
2
4
3.
Hari ke-3
5
2
4
2,5
3
7
5
8
6
7
8
5
7
4
12
4.
Hari ke-4
6
4
5
3
4,5
16
13
15
14
13
15
12
18
17
22
5.
Hari ke-5
7
5
6,5
5
6
20
18
24
20
19
24
23
24,5
25
26
6.
Hari ke-6
10
8
7
7,5
9
24
25
27
26
24
30
29
31
31
30
7.
Hari ke-7
12
9
8
9,5
10
28
30
30
31
29
31
31
32
33
32


B.   Analisa Data :

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa pertumbuhan kecambah pada tempat yang terang selalu mengalami peningkatan. Pada sampel 1 di hari pertama biji mulai pecah dan mulai sedikit tumbuh batang sehingga pengukurannya yaitu 0,7 cm, setelah hari ke 1atau hari ke 2 batang kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan terlihat lebih panjang yaitu menjadi 1 cm, pada hari ke 3 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 4 naik lagi menjadi 6 cm, pada hari ke 5 naik menjadi 7 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 10 cm, dan 12 cm pada hari ke 5.
          Pada sampel ke 2  juga mengalami hal yang sama yaitu di hari pertama masih berupa biji yang mulai pecah dan tumbuh sedikit batang pendek sehingga pengukurannya yaitu 0,1 cm, namun setelah hari ke 1 atau hari ke 2 batang biji kacang hijau  mulai mengalami pertumbuhan lebih panjang lagi yaitu menjadi 0,5 cm,  pada hari ke 3 naik menjadi 2 cm,  pada hari ke 4 naik lagi menjadi 4 cm,  pada  hari ke 5 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 8 cm dan 9 cm pada hari ke 7.
Pada sampel 3 di hari pertama biji mulai pecah dan mulai sedikit tumbuh batang sehingga pengukurannya yaitu 0,5 cm, setelah hari ke 1 atau hari ke 2 batang kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan terlihat lebih panjang yaitu menjadi 0,8 cm, pada hari ke 3 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 4 naik lagi menjadi 5 cm, pada hari ke 5 naik menjadi 6,5 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 7 cm, dan 8 cm pada hari ke 5.
Pada sampel ke 4  juga mengalami hal yang sama yaitu di hari pertama masih berupa biji yang mulai pecah dan tumbuh sedikit batang pendek sehingga pengukurannya yaitu 0,2 cm, namun setelah hari ke 1 atau hari ke 2 batang biji kacang hijau  mulai mengalami pertumbuhan lebih panjang lagi yaitu menjadi 0,9 cm,  pada hari ke 3 naik menjadi 2,5 cm,  pada hari ke 4 naik lagi menjadi 3 cm,  pada  hari ke 5 naik menjadi 5 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 7,5 cm dan 9,5 cm pada hari ke 7.
Pada sampel terakhir di hari pertama masih berupa biji yang mulai pecah dan tumbuh sedikit batang pendek sehingga pengukurannya yaitu 0,6 cm,namun setelah hari ke 1 atau hari ke 2 batang kacang hijau sudah mulai mengalami pertumbuhan lebih panjang  yaitu menjadi 1 cm pada hari ke 3 naik menjadi 3, pada hari ke 4 naik lagi menjadi 4,5 cm,  pada  hari ke 5 naik menjadi 6 cm, pada hari ke 6 naik menjadi 9 cm, dan 10 cm pada hari ke 7.
          Dari tabel 2 yaitu kecambah yang diletakkan di tempat kurang cahaya atau remang-remang dapat diketahui pada sampel 1 dihari pertama masih sangat kecil batangnya 0,9 cm, pada hari kedua yaitu 2 cm, pada hari ke tiga menjadi 7 cm, pada hari ke empat menjadi 16 cm, pada hari kelima menjadi 20, pada hari keenam menjadi 24, dan pada hari ketujuh menjadi 28 cm.
          Pada sampel 2 dihari pertama masih 0,5 cm, pada hari kedua yaitu 1,5 cm, pada hari ke tiga 5 cm, pada hari keempat menjadi 13 cm, pada hari kelima menjadi 18 cm, pada hari keenam menjadi 25 dan pada hari terakhir menjadi 30 cm.
          Pada sampel 3 dihari pertama masih 0,8 cm, pada hari kedua yaitu 2 cm, pada hari ke tiga 8 cm, pada hari keempat menjadi 15 cm, pada hari kelima menjadi 24 cm, pada hari keenam menjadi 27 cm, dan pada hari terakhir menjadi 30 cm.
          Pada sampel 4 dihari pertama masih 0,6 cm, pada hari kedua yaitu 1 cm, pada hari ke tiga 6 cm, pada hari keempat menjadi 14, pada hari kelima menjadi 24 cm, pada hari keenam menjadi 27 cm dan pada hari terakhir menjadi 31 cm.
          Pada sampel 5 dihari pertama masih 0,7 cm, pada hari kedua yaitu 2,5 cm, pada hari ke tiga 7 cm, pada hari keempat menjadi 13, pada hari kelima menjadi 19 cm, pada hari keenam menjadi 24 cm dan pada hari terakhir menjadi 29 cm.
          Dari tabel 2 yaitu kecambah yang diletakkan di tempat gelap dapat diketahui pada sampel 1 dihari pertama masih 0,8 cm, pada hari kedua yaitu 3 cm, pada hari ke tiga menjadi 8 cm, pada hari ke empat menjadi 15, pada hari kelima menjadi 24 cm, pada hari keenam menjadi 30 dan pada hari ketujuh menjadi 31 cm.
          Pada sampel 2 dihari pertama masih 0,8 cm, pada hari kedua yaitu 2 cm, pada hari ke tiga 5 cm, pada hari keempat menjadi 12 cm, pada hari kelima menjadi 23 cm, pada hari keenam menjadi 29 cm, dan pada hari terakhir menjadi 31 cm.
          Pada sampel 3 dihari pertama masih 0,6 cm, pada hari kedua yaitu 2,5 cm, pada hari ke tiga 7 cm, pada hari keempat menjadi 18 cm, pada hari kelima menjadi 24,5 cm, pada hari keenam menjadi 31 cm, dan pada hari terakhir menjadi 32 cm.
          Pada sampel 4 dihari pertama masih 0,7 cm, pada hari kedua yaitu 2 cm, pada hari ke tiga 4 cm, pada hari keempat menjadi 17 cm, pada hari kelima menjadi 25 cm, pada hari keenam menjadi 31 cm dan pada hari terakhir menjadi 33 cm.
          Pada sampel 5 dihari pertama masih 0,9 cm, pada hari kedua yaitu 4 cm, pada hari ke tiga 12 cm, pada hari keempat menjadi 22, pada hari kelima menjadi 26 cm, pada hari keenam menjadi 30 cm dan pada hari terakhir menjadi 32 cm.

V.               Kesimpulan

Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.

Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap, remang-remang, dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Biji kacang hijau yang terkena cahaya melalui celah-celah pertumbuhannya lumayan cepat, daunnya pucat, daunnya sedang, berwarna hijau, batang menuju arah datangnya cahaya, batang tidak kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar