Selasa, 15 November 2011

SELIMUT ES DI ANTARIKSA

Matahari Berselimut Es

     Ssst, tata surya punya selimut. Selimutnya berupa bongkahan es yang melayang-layang di tepi tata surya. Brrr ... pasti dingin sekali, ya ? Hmm, darimana bongkahan es ini berasal ? Wow, bongkahan es ini ada ketika bintang matahari lahir. Waktu matahari lahir, panasnya luar biasa. Air di nebula sekitarnya menguap, melarikan diri sejauh-jauhnya dari matahari. Ketika sampai di tepi tata surya ternyata suhunya sangat dingin. Air pun membeku jadi es dan melayang-layamg. Mirip awan putih yang melayang di langit Planet Bumi. Karena itu manusia Bumi menamai bongkahan es itu awan Oort. Oort adalah nama orang yang pertama kali menemukan awan itu. :D

Tabrakan ... Jadi Komet

     Kadang-kadang bongkahan es di awan Oort saling bertabrakan. Es yang tabrakan terlempar keluar dari awan Oort, meluncur ke dalam tata surya. Selama meluncur, es pun meleleh kena panas sinar matahari. Lelehan esnya jadi pancuran air dan debu yang sangat dingin. Ketka melintasi Planet Bumi, manusia di Bumi melihatnya sebagai bintang berekor atau bintang berambut. Hihihi ... habis memang mirip ekor atau rambut, sih. Manusia menamai bintang berekor ini komet. Tapi komet ini bukan bintang, lo. Komet terlihat putih terang karena memantulkan sinar matahari. :)

Nenek Moyang Air

     Planet Bumi banyak dihantam komet, 3,8 milyar tahun yang lalu. Lelehan air komet bertaburan di udara Planet Bumi. Hujan air pun membasahi Bumi. Air ini kemudian mengisi cekungan permukaan Bumi, jadi sungai, danau, dan laut. Wow, rupanya komet itu nenek moyangnya air di Planet Bumi.  ^-^
 



WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar