Jumat, 25 November 2011

Mata-Mata Antariksa

Mata-mata ini punya mata yang terbuat dari kaca bening. Matanya bisa melihat benda langit yang bercahaya lebih jelas. Apakah benda langit itu berwujud planet, bintang, meteor, komet, atau galaksi? Hanya mata-mata antariksa bernama teleskop yang bisa menjawabnya.

Batu Kaca untuk Mata-Mata

     Beruntunglah, orang-orang Mesopotamia berhasil mengolah batu kwarsa yang bening jadi kaca. Penemuan kaca membuat orang dapat melihat huruf-huruf kecil jadi besar. Benda kaca ini lalu disebut kaca mata.
     Sejak ditemukan kaca mata, orang kemudian mengutak-atik kaca untuk melihat benda yang jauh. Baru pada tahun 1609 Pak Galileo Galilei berhasil membuat kaca untuk melihat permukaan bulan. Kaca istimewa ini di namai teleskop. Wow, setelah diintip dengan teleskop, ternyata permukaan bulan yang halus penuh dengan lubang-lubang atau kawah . Berkat Pak Galileo, teleskop pun resmi menjadi mata-mata antariksa yang pertama!

Mata-Mata Terhebat

    Teleskop Hubble adalah salah satu mata-mata antariksa terhebat. Wuiih, teleskop Hubble terbang mengelilingi Bumi di antariksa. Dia tidak henti melihat semua benda langit di alam semesta. Ssst, teleskop Hubble bisa melihat ribuan galaksi, lo. Hmm, galaksi ini letaknya jauh sekali di langit dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
     Yaps, di alam semesta ada ribuan galaksi yang bergerak pelan. Kamu tahu kan? Galaksi adalah kumpulan bintang, planet, dan gas. Planet Bumi kita berada dalam salah satu galaksi di alam semesta. Nama galaksi tempat Planet Bumi berada adalah galaksi Bima Sakti atau Milky Way. Wah, teleskop Hubble sudah berhasil menamai galaksi-galaksi sampai ratusan. Ck, ck, teleskop Hubble benar-benar mata-mata antariksa yang hebat!

Astromaster, si Mata-Mata Kecil

     Kamu juga bisa jadi mata-mata antariksa, tanpa perlu memakai teleskop secanggih Hubble. Ya, kamu dapat mengamati langit hanya untuk bersenang-senang. Bawa teleskop kecil ke halaman rumah, arahkan ke sana sini, dan intip. Ketika melihat benda langit yang menarik, wow ... senangnya bukan main.
     Nah, salah satu teleskop yang cocok untuk bersenang-senang adalah Astromaster 70 AZ. Teleskop in dibuat oleh pabrik teleskop Celestron, di Amerika Serikat. Teleskopnya sangat ringan. Teleskop cukup dipasand di atas kuda-kuda kaki tiga atau tripod. Hebatnya, mata kaca teleskop dapat menampilkan benda langit 90 kali lebi besar dari ukuran yang dilihat mata telanjang.
     Wow, teleskop Astromaster sanggup melihat permukaan Bulan, Planet Venus, Planet Mars, cincin Planet Saturnus, Planet Jupiter beserta keempat bulannya! Ssst, jika kamu piknik ke desa yang gelap, teleskop Astromaster dapat di pakai untuk melihat galaksi Andromeda. Mmm, rupanya meskipun kecil, teleskop Astromaster tidak kalah hebat dengan Hubble, ya!

Mancing Bintang, Yuk!

     Ssst, hobi mengamati langit dengan teleskop disebut juga memancing bintang. Hihihi ... Soalnya, teleskop di arahkan ke sana sini. Mirip orang melempar pancing ikan di sungai. Tentu saja, pemancing bintang berbeda dengan astronom. Karena astronom hanya mengarahkan teleskop sesuai penelitian. Tapi, pemancing bintang banyak berjasa menemukan benda langit baru, lo.
    




WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Bintang Bahagia, Bintang Kesepian

Ibu, Bayi, Kakek Bintang

     Lihat, langit malam penuh titik cahaya. Itulah bintang. Ya, bintang bercahaya karena bintang adalah bola api gas. Bola gas ini berasal dari nebula atau awan gas di galaksi. Ssst, nebula itu ibu semua bintang, lo. Kenapa begitu? Begini ceritanya. Bintang itu aa yang bayi, remaja, fan kakek-kakek. Ketika kakek bintang yang gendut mati, dia meledak. Ledakannya membuat nebula di galaksi bergerak, menggumpal jadi bola api. Bola api baru ini disebut bayi bintang. Nah, tanpa nebula tidak akan ada bayi bintang, kan ? Tapi, untuk jadi kakek, bayi bintang butuh waktu lama. Bisa 3-18 milyar tahun. Hihihi ... bayi bintang pakai popoknya lama, dong!
  
Bintang Kesepian

     Cahaya bintang ada yang terang, sedang, dan redup. Eh, kasian lo. Bintang yang terang dan redup ternyata kesepian. Lo, kenapa? Ya, mereka tidak punya planet, bulan, dan komet. Cahaya bintang terang terlalu panas, sehingga debu dan gas di sekitarnya kepanasan dan menyebar jauh. Padahal debu dan gas ini jika menggumpal, bisa jadi planet yang mengelilinginya. Sebaliknya, bintang yang redup, terlalu dingin. Dia tidak kuat menaraik debu dan gas jadi planet.

Keluarga Bintang 

     Lalu bintng mana yang bahagia? Itulah bintang bercahaya sedang. Yaitu bintang Matahari, Pegasus, Virgo, Bebek, dan lain-lain. Bintang-bintang ini punya keluarga. Maksudnya, mereka di kelilingi planet, bulan, dan komet. Keluarga bintang disebut juga tata bintang. Sampai sekarang diketahui ada 215 tata bintang di Galaksi Bima Sakti. Tata bintang matahari punya 8 planet, 120 bulan, dan banyak komet. Ssst, tata bintang matahari disebut juga tata surya atau solar system. Tata bintang Ursa Mayor baru diketahui punya 2 planet. Eh, astronom masih kesulitan melacak jmlah planet, di setiap bintang, lo. Karena jarak bintang dari Bumi jauh sekali. Perlu teleskop super besar untuk menelitinya. Namun, astronom percaya, ada tata bintang lain yang mirip tata surya di Galaksi Bima Sakti.

Zona Habitasi  

     Sebagian besar tata bintang punya zona habitasi. Artinya, di tata bintang ada planet yang punya air berwujud cair, Ups, berarti ada makhluk hidup, dong ? Betul. Wuaow, ini berita luar angkasa. Kita mungkin punya teman di bintang yang kelap kelip. 
     Hmm, kamu ingin komunikasi dengan mereka? Kirim saja gelombang televisi. Zzzeet... gelombang televisi bergerak dengan kecepatan cahaya. Tembus ke langit sampai bintang-bintang. Jika mengirim pesan saat ini, pesanmu sampai di tata bintang Eridanus 10 tahun kemudian. Hihihi ... masalahnya, mereka punya televisi enggak,ya ? Eh, menurutmu bagaimana tampang mereka? Apakah mirip manusia di bumi? 






WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI
 

Rabu, 16 November 2011

SIAPA PENGHUNI ANTARIKSA ?

Dari zaman dulu sampai sekarang manusia tetap penasaran. Apakah ada makhluk hidup di antariksa.....

Tidak Selalu Manusia
     Tiba-tiba, ada penemuan mengejutkan. Pada tahun 1996 diumumkan hasil penelitian batu meteorit di Kutub Selatan. Kamu tau kan batu meteorit itu batuan antariksa yang jatuh ke Bumi?. Ya, batu itu dibawa ke laboratorium, dibelah, dan diperiksa dengan mikroskop. Hasilnya, ditemukan semacam sisa makhluk hidup dalam batu meteorit itu. 
     Hmm, seperti apa  makhluk hidup itu? Apakah mirip manusia? Oo, sayangnya, tidak. Makhluk hidup dalam meteorit itu berupa bakteri. Ya, makhluk super kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Penemuan ini menguatkan dugaan astronom. Ada makhluk hidup di antariksa. Dan penghuni antariksa tidak selalu manusia.

Tiga Penghuni Antariksa
     Wah, seperti apa penghuni antariksa, ya ? Menurut astronom, ada tiga bentuk makhluk hidup di alam semesta. Yaitu makhluk hidup sederhana, kompleks, dan makhluk hidup cerdas. Yang termasuk makhluk hidup sederhana adalah bakteri atau makhluk bersel tunggal. Makhluk hidup kompleks contonya tumbuhan dan hewan. Nah, manusia di Bumi adalah contoh makhluk cerdas. Kalau begitu, Alien termasuk makhluk apa? Mmm, katanya Alien adalah makhluk cerdas dari luar Planet Bumi. Bentuk Alien belum tentu mirip manusia, meskipun sama pintarnya dengan manusia.

Penumpang Meteor 
     Jumlah makhluk cerdas di galaksi Bima Sakti di duga hanya sedikit. Padahal galaksi Bima Sakti punya jutaan planet. Kenapa ya? Ups, soalnya keadaan planet di galaksi Bima Sakti banyak yang aneh. Misalnya, udara planetnya terlalu asam atau tekanan udaranya terlalu besar. Alam seperti itu tidak cocok dihuni makhluk cerdas. Hanya bisa dihuni makhluk hidup sederhana. Ssst, kamu tahu kan, di Bumi bakteri bisa hidup di alam
yang sangat buruk? Misalnya di gunung berapi.
     Lebih ajaib lagi, bakteri juga hidup di batu-batu yang melayang di antariksa. Hihihi ... dengan menumpang batu itu, bakteri berkelana di antariksa dalam keadaan tidur alias pingsan. Ups, bakteri tahan pingsan selama jutaan tahun, lo. Jika batu itu jatuh ke tempat yang cocok, misalnya planet berair, bakteri siuman dan hidup lagi.
    






WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

KISAH MATAHARI DAN PENGIKUTNYA

Di alam semesta, terdapat banyak sekali bintang. Mungkin, jumlahnya milyaran. Salah satu bintang itu bernama Matahari. Ia memiliki pengikut yang setia, yaitu planet.

     Matahari adalah bintang yang besaaar sekali. Akibatnya, gaya tarik Matahari juga besar. Saking besarnya, gaya tarik itu mengenai beberapa benda angkasa yang bergerak sangat cepat dan melayang bebas di semesta. Gaya tarik Matahari lalumenghalangi mereka terbang bebas. Setiap kali mereka ingin "lepas" dari Matahari, tetapi setiap kali pula mereka terkena gaya tarik Matahari. Keseimbangan antara gaya tarik Matahari dan gaya benda angkasa untuk "terbang" membentuk sebuah orbit. Akibatnya, benda-benda angkasa itu hanya bisa bergerak mengitari Matahari pada orbitnya. Benda angkasa itu di sebut planet.
     Matahari dan planet-planet pengikutnya tulah yang disebut tata surya. Salah satu planet setia Matahari bernama Bumi. Ya, itulah planet tempat kita tinggal.
     Para ahli percaya bahwa Matahari terbentuk dari awan raksasa berisi debu dan gas. Saking besar dan panasnya, awan raksasa ini meledak. DHUUUAAAR! Debu dan gas beterbangan di alam semesta.
     Inti dari awan raksasa tadi merupakan bintang kecil. Bintang ini berputar dan berputar. Ia menangkap debu dan gas di dekatnya. Bintang itu lalu menjadi semakin  besar dan semakin besar lagi. Ketika sudah sangat besar, bintang itu kita sebut Matahari.
     Lalu bagaimana dengan debu dan gas sisa ledakan awan raksasa? . Hm... debu dan gas saling bertabrakan, menempel, dan terbentuklah benda-benda angkasa. Ada planet, komet, bulan, asteroid, dan juga planet kerdil.


Matahari 
Diameter : 100 kali diameter Bumi
Suhu di permukaan : 6.000C
Suhu di atmosfer : jutaan C 
Meskipun besar, Matahari termasuk bintang yang ukurannya kecil!
WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Selasa, 15 November 2011

SELIMUT ES DI ANTARIKSA

Matahari Berselimut Es

     Ssst, tata surya punya selimut. Selimutnya berupa bongkahan es yang melayang-layang di tepi tata surya. Brrr ... pasti dingin sekali, ya ? Hmm, darimana bongkahan es ini berasal ? Wow, bongkahan es ini ada ketika bintang matahari lahir. Waktu matahari lahir, panasnya luar biasa. Air di nebula sekitarnya menguap, melarikan diri sejauh-jauhnya dari matahari. Ketika sampai di tepi tata surya ternyata suhunya sangat dingin. Air pun membeku jadi es dan melayang-layamg. Mirip awan putih yang melayang di langit Planet Bumi. Karena itu manusia Bumi menamai bongkahan es itu awan Oort. Oort adalah nama orang yang pertama kali menemukan awan itu. :D

Tabrakan ... Jadi Komet

     Kadang-kadang bongkahan es di awan Oort saling bertabrakan. Es yang tabrakan terlempar keluar dari awan Oort, meluncur ke dalam tata surya. Selama meluncur, es pun meleleh kena panas sinar matahari. Lelehan esnya jadi pancuran air dan debu yang sangat dingin. Ketka melintasi Planet Bumi, manusia di Bumi melihatnya sebagai bintang berekor atau bintang berambut. Hihihi ... habis memang mirip ekor atau rambut, sih. Manusia menamai bintang berekor ini komet. Tapi komet ini bukan bintang, lo. Komet terlihat putih terang karena memantulkan sinar matahari. :)

Nenek Moyang Air

     Planet Bumi banyak dihantam komet, 3,8 milyar tahun yang lalu. Lelehan air komet bertaburan di udara Planet Bumi. Hujan air pun membasahi Bumi. Air ini kemudian mengisi cekungan permukaan Bumi, jadi sungai, danau, dan laut. Wow, rupanya komet itu nenek moyangnya air di Planet Bumi.  ^-^
 



WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI