Minggu, 12 Agustus 2012

Unsur Kimia di Planet Mars

Unsur kimia apa saja yang terdapa di planet Mars?
     Dengan menggunakan instrumen kimia yang disebut spektrometer neutron, para peneliti wahana antariksa Odyssey memperkirakan adanya unsur hidrogen di planet Mars. Para peneliti yakin bahwa planet merah ini menyimpan cadangan air dalam jumlah cukup besar.
     Para ahli Geologi Museum Smithsonian National Air and Space yang ikut meneliti penemuan itu memperkirakan, unsur hidrogenterdapat di sebuah bekas danau di dataran tinggi dan di sepanjang Ma'adim Vallis, lembah terbesar di planet itu. Para ahli memperkirakan luas danau itu hampir seluas wilayah gabungan antara negara bagian Texas dan New Mexico, atau hampir setengah luas Indonesia.
     Mars sekarang ini merupakan planet yang terselimuti padang pasir dan bebatuan, serta besuhu sangat dingin. Berdasarkan adanya lembah-lembah yang keringb, para ahli memperkirakan, air sempat mengalir di atas permukaan planet. Hasil pantauan Odyssey mengungkap bukti-bukti adanya unsur air yang terjebak di permukaan planet di sekitar kutub.
     Mengomentari penemuan itu, asisten peneliti di Observatorium Bosscha di Lembang, Hendro Setyanto, mengemukakan bahwa penemuan air di planet Mars merupakan penemuan besar karena dapat membuka peluang sangat besar bagi eksplorasi tata surya berikutnya. Peluang besarv lainnya juga terbuka bagi perwujudan impian manusia untuk membuat koloni di luar Bumi.
     Menurut Kepala Peneliti Odyssey, Bill Feldman, "Permukaan tanah Mars banyak mengandung hidrogen". Feldman mengklaim, walaupun para ilmuwan tahu bahwa batu es terdapat di bawah permukaan wilayah itu, penemuannya merupakan yang pertama dalam hal menentukan jumlah kandungan air di Mars. Jumlahnya diperkirakan cukup untuk menunjang kehidupan manusia saat melakukan eksplorasi di planet itu.
     Peta dari Spektrometer neutron menunjukkan bahwa wilayah luas yang terbentang dari kutub hingga sekitar 50 derajat dari khatulistiwa menyimpan cadangan hidrogen atau batu es. Permukaan ekspansinya yang berada di garis lintang bawah hingga tengah Mars juga menampakkan hal serupa.
     Data pengamatan menggunakan spektrometer neutron Odyssey memperkirakan adanya lapisan tipis karbon dioksida (es kering) di sepanjang kutub utara dan selatan. Selama musin dingin, karbon dioksida menyelimuti wilayah dari kutub. Sementara itu, selama musim panas, lapisan karbon dioksida di kutub utara menguap seluruhnya dan meninggalkan lapisan tipis di kutub selatan.

Sumber : www.angkasa-online.com


WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar