Langit malam adalah salah satu pemandangan alam paling indah. Bintang yang jumlahnya tak terhingga bersinar dalam lembutnya kegelapan. Planet yang terang mengembara di antara bintang-bintang. Komet berekor panjang datang dan pergi. Astronomi, ilmu yang mempelajari ruang angkasa, adalah salah satu ilmu pengetahuan tertua.
# Apa yang bisa kita lihat ?
Dengan mata telanjang, banyak yang bisa kita lihat di langit malam. Namun akan lebih banyak lagi yang kita lihat jika memakai teropong atau teleskop. Dengan mata telanjang, bulan kelihatan kecil dan hanya dsedikit yang bisa kita lihat, tapi dengan teropong atau teleskop semuanya tampak lebih besar. Kita bisa melihat kawah di permukaan bulan.
# Kapan manusia mempelajari bintang untuk pertama kalinya ?
Manusia sudah mengamati bintang selama jutaan tahun. Namun, manusia baru serius mempelajarinya sekitar 5.000 tahun yang lalu. Peradaban Timur Tengah kuno meninggalkan catatan pengamatan mereka. Bangsa Babilonia adalah pengamat yang cakap, demikian pula dengan bangsa Mesir yang menyusun piramida dengan pedoman konstelasi atau pola bintang tertentu. Di Inggris, sekitar tahun 2.800 SM, di bangun Stonehenge, mungkin untuk tempat pengamatan. Batu sengaja di jejer untuk melihat posisi matahari dan bulan pada musim yang berbeda. Ahli astronomi Cina kuno dan bangsa Maya meninggalkan catatan pengamatan mereka yang sangat akurat.
# Siapa penemu telskop ?
Hans Lippershey, orang Belanda, membuat teleskop yang pertama tahun 1608. Namun Galileo, orang Italia, adalah yang pertama kali menggunakan teleskop untuk mempelajari langit malam. Pengamatan pertamanya dilakukan pada musim dingin tahun 1609 dan tahun 1610. Ia mengamati bulan Jupiter, kawah di bulan, dan bintik hitam matahari. Teleskop Galileo tidak terlalu besar. Teleskop berikutnya yang disebut teleskop aerial, panjangnya sekitar 50 meter.
# Bagaimana teleskop radio bekerja ?
Bintang memancarkan gelombang radio dan gelombang cahaya. Ahli astronomi telah membuat teleskop untuk menangkap gelombang radio tersebut. Teleskop radio tidak seperti teleskop cahaya. Umumnya berupa piringan besi raksasa yang bisa dimiringkan dan diputar ke segala arah. Piringan tersebut menangkap gelombang radio, atau sinyal, dan mengarahkannya ke sebuah antena. Sinyal di kirim ke penerima, lalu ke komputer yang mengubahnya menjadi gambar.
# Dimana ahli astronomi bekerja ?
Ahli astronomi mengamati bintang dari observatorium. Kubah di observatorium memayungi teleskop besar yang menggunakan cermin cekung untuk mengumpulkan cahaya dari bintang. Beberapa cermin bergaris tengah 10 meter. Ahli astronomi modern jarang menggunakan teleskop ini untuk mengamati bintang. Mereka malah menggunakannya sebagai kamera raksasa dan untuk mengambil gambar. Observatorium banyak di bangun di gunung, di atas lapisan tipis atmosfer, tempat udara yang lebih bersih dan pandangan leluasa.
# Apa keistimewaan teleskop luar angkasa ?
Beberapa penemuan besar akhir-akhir ini di peroleh dengan bantuan teleskop luar angkasa. Di ruang angkasa, teleskop bisa mendapatkan pandangan langit malam yang jauh lebih jelas daripada di bumi. Selain itu, teleskop ruang angkasa bisa mengumpulkan sinar yang tak tampak. seperti sinar X yang tidak bisa menembus atmosfer.
WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar