Di luar angkasa para astronot melawan gravitasi Bumi sehingga mudah pusing, otot pun menjadi mudah lelah dan cepat membuat dehidrasi. Karena itulah para ilmuwan NASA mengembangkan formula elektrolit untuk minuman para astronot. Formula tersebut berisi cairan yang jika dicampur dengan air akan cepat memulihkan cairan tubuh yang hilang. Astronot juga bisa minum air dari air kencingnya sendiri yang telah diolah menjadi air bersih ssiap minum, hihi... jijik ya?
Untuk makanannya, para ahli gizi mempersiapkan makanan para astronot seperti makanan mereka di Bumi. Inilah antara lain menu astronot dari Jepang : untuk sarapan adalah buah plum kering, telur dadar, sosis sapi dan jus jeruk. Untuk makan siang adalah potongan daging ham, keju, nanas kering, kacang mede dan jus stroberi. Untuk makan malam adalah spagetti, sayuran, puding dan jus jeruk.
Makanan-makanan tersebut disimpan dalam alat pendingin bersuhu minus 80 derajat Celcius. Untuk menun astronot India lain lagi. Mereka dibekali makanan khas India, kari. Ada juga yang namanya es krim astronot. Es krim ini telah dikeringkan dan beku. Jadi nggak perlu disimpan di alat pendingin. Es krim inilah yang pertama kali dibawa oleh astronot Apollo 7. Tetapi es krim kering astronot ini tidak lagi diminati karena astronot bisa makan es krim seperti es krim yang di Bumi.
Punya BB tak Bisa jadi Astronot
Bisa jadi astronot kayaknya bangga banget ya? Saat ini saja pelamar astronot di Amerika mencapai 3.500 orang. Sedangkan yang di terima cuma 9 orang, 3 wanita dan 6 laki-laki.
Astronot adalah istilah untuk seorang antariksawan dari Amerika. Di Rusia namanya kosmonot, di Cina namanya taikonot, sedangkan di Perancis spasionot. Astronot biasanya di seleksi dari pilot-pilot pesawat tempur yang punya background pendidikan ilmu Biologi, Fisika, Enginering dan Matematika. Tinggi tak kurang dari 163 cm dan tidak cacat mata. Jadi pandangan jarak jauhnya mesti super duper bagus. Sedangkan untuk astronot peneliti diambil dari disiplin ilmu Fisika, Biologi, Matematika dan Enginering.
Persyaratan untuk menjadi taikonot China lebih rumit lagi. Ada 100 persyaratan yang harus dilewati, antara lain tidak punya luka, tidak punya penyakit turunan di tiga keluarga terakhir, gigi tidak bolong, hidung tidak gampang meler, tidak kurapan, tidak alergi terhadap obat, nafas tidak bau dan tidak BB. Alasannya, kerja di luar angkasa tempatnya sempit jadi kalau ada astronot yang punya BB akan menganggu rekan kerja yang lain, oh oh ... Astronot harus benar-benar punya tubuh fit. Gimana tidak kalau mereka harus hidup selama berbulan-bulan di tempat rendah gravitasi yang beda banget dengan Bumi. Katanya sih, para astronot itu setelah kembali ke Bumi harus masuk rehabilitasi duli karena tubuh mereka rentan terhadap penyakit.
Stasiun Luar Angkasa Internasional
Stasiun Luar Angkasa International atau International Space Station (ISS) adalah proyek gabungan 16 negara, yaitu Amerika, Rusia, Jepang, Kanada, Brasil dan 11 negara Uni Eropa. ISS berada pada ketinggian 360.000 meter dari atas Bumi. Bandingkan dengan pesawat komersial yang terbang pada ketinggian 12.000 meter dari atas Bumi. Mulanya (tahun 2000) ISS hanya di isi oleh 3 astronot. Mereka adalah astronot dari Amerika, William Shepherd dan 2 kosmonot dari Rusia, Yuri Gidzenko dan Sergei Krikalev.
Saat ini ISS sudah di huni oleh 13 astronot dari berbagai negara, termasuk dari Jepang, Cina dan India. China sudah mengirimkan astronotnya, Zhai Zhigang pada 24 September 2008. Sedangkan Jepang sudah beberapa kali mengirimkan astronotnya ke ISS. Saat ini Jepang juga sudah mempunyai stasiun luar angkasa sendiri bernama Kibo. Para astronot ISS tinggal di kapsul luar angkasa hingga berminggu-minggu atau berbula-bulan. Mereka balik ke Bumi, kemudian digantikan oleh astronot lain dengan menggunakan pesawat ulang aling Discovery. Pesawat ini jugalah yang membawa peralatan-peralatan yang dibutuhkan ISS.
Discovery diluncurkan dari Cape Canaveral (Cape Kennedy), Florida, Amrik. Salah satu misi tinggal di luar angkasa berbulan-bulan adalah sebagai jembatan manusia untuk bisa mendarat di Mars. Dengan terbiasa hidup di gravitasi lemah akan memudahkan astronot untuk beradaptasi di Mars. Kabar terakhir para astronot Iss dibuat panik oleh sampah angkasa yang berasal dari pecahan roket atau pesawat ulang alik. Serpihan itu kecil sekali, cuma 1 cm. Tetapi kalau mebentur ISS, akan membuat tekanan udara dalam kapsul turun dan bisa membahayakan astronot. Antisipasinya, para astronot spacewalk ke pesawat penyelamat Soyuz. Baru-baru ini astronot Danny Olivas dan Christer Fuglesang mengganti tangki amoniak ISS yang rusak untuk diganti dengan yang baru. Walaupun tangki berbobot 800kg, di luar angkasa seperti memegang balon saja.
Baju Astronot
Kalau sedang berada dalam kapsul pesawat baju-baju yang dipakai para astronot sama dengan baju yang mereka pakai di Bumi. Tetapi kalau para astronot harus berjalan di angkasa atau spacewalk untuk membetulkan alat yang rusak atau karena sesuatu hal, mereka harus memakai spacesuit. Salah satu baju astronot buatan Jepangberatnya 60 kilogram, terdiri dari 14 lapis. Baju ini mampu menahan panas hingga 100 derajat Celcius dan menahan dingin hingga minus 100 derajat Celcius. Walaupun baju ini sangat berat, tapi tak terasa berat karena di luar angkasa lemah gravitasi.
Di luar angkasa para astronot tidak perlu mencuci bajunya. Baju yang telah di pakai dibuang ke luar kapsul dan akan terbakar di angkasa. Mereka ganti baju paling tidak 3 hari sekali. Maka itu para astronot harus membawa baju dalam jumlah cukup banyak. Pakaian dalam? Apalagi. Mesti lebih sering ganti.
Tapi saat ini para astronot tak perlu gonta-ganti pakaian dalam. Sebuah perusahaan di Jepang telah merancang celana dalam astronot yang mereka namakan J-Wear. Terbuat dari campura katun dan polyester, di desain menyerap air, membunuh bakteri, cepat kering, modis dan ringan. Koichi Wakata, astronot Jepang yang baru pulang dari ISS membuka rahasia bahwa dia telah pakai J-Wear di ISS selama sebulan tak ganti-ganti. O la la ...
WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar