Usaha Melenyapkan si Lubang Hitam
BLACK HOLE punya karakter terus berkembang. Hali itu sesuai dengan jumlah material yang masuk ke dalamnya. Selain itu, black hole bisa melakukan fusion atau penggabungan dengan black hole lain. Dengan begitu, ia bisa menjadi lebih besar.
Semakin besar ukuran black hole, tenaga gravitasinya juga membesar. Kemampuan untuk melenyapkankan benda-benda luar angkasa juga bertambah. Namun, adakah kemungkinan black hole dihentikan?
Pada dasarnya, black hole akan menguap dan mengembalikan energi di dalamnya pada alam semesta. Ilmuwan Fisika modrn Stephen Hawking pun setuju dengan hal tersebut. Dengan menggunakan hukum mekanika kuantum, dia coba mempelajari kemungkinan akan hal itu.
Teori kuantum menjelaskan tingkah laku partikel paada ukuran yang sangat kecil. Diprediksi bahwa partikel dan cahaya akan terus-menerus berkembang (diproduksi). Benda yang berkembang itu akan hancur pada ukuran yang tidak lebih dari atom atau sangat kecil.
Gejala perilaku benda yang hancur tersebut persis seperti partikel yang akan masuk ke black hole. Yaitu, akan membentuk sebuah pancaran cahaya. Hal tersebut biasa disebut
event horizon glow.
Nah, pancaran cahaya itu punya kesempatan menghentikan black hole. Sebab, nanti pancaran cahaya tersebut membawa energi dari black hole. Dengan energi yang tersedot itu, masa black hole akan berkurang. Sedikit demi sedikit black hole pun bisa menghilang.
Namun, kemungkinan hilangnya black hole itu masih di teliti. Riset itu diperkirakan cukup lama. Butuh waktu lebih lama lagi untuk menghilangkan black hole.
Jarak Aman Harus Lebih dari 10 Mil
Lubang hitam atau populer dengan nama black hole beserta sisi misteriusnya. Ia menjadi salah satu benda luar angkasa yng cukup dikenal. Yang menjadi penyebab tentu saja kekuatannya menyedot benda apa saja di sekitarnya. Namun, bagaimana pelahap dari luar angkasa itu "bekerja"?
Black hole merupakan suatu benda yang sangat padat. Dengan kata lain, benda tersebut memiliki massa yang cukup (terjadi pemusatan massa) dengan volume kecil. Hal itulah yang menyebabkan black hole memiliki gaya gravitasi yang sangat besar. Saking kuatnya, sampai-sampai cahaya mampu dibelokkan apalagi benda-benda luar angkasa.
Dahsyatnya gaya gravitasi dari black hole diawali tekanan gravitasi yang cukup besar pula.Sebelum terbentuk, benda itu merupakan suatu objek yang diyakini sebagai bintang raksasa. Objek itu tidak bisa menahan kekuatan tekanan gravitasinya sendiri dan meledak. Ledakan tersebut menyebabkan bagian luarnya berhamburan dan bagian intinya memadat. Hal itu membuat gaya gravitasinya menjadi bertambah besar. Karena tekanan yang cukup besar itu, area di sekitarnya menjadi gelap.
Namun, banyak objek (termasuk matahari dan bumi) yang tidak akan pernah menjadi black hole. Itu disebabkan tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak cukup besar. Terutama untuk menandingi kekuatan atom dan nuklir dalam bumi atau matahari yang sifatnya melawan tekanan gravitasi tersebut.
Memang, kemungkinan bumi dan matahari menjadi black hole sangat kecil. Namun, para peneliti yakin bahwa black hole di Galaksi Bima Sakti semakin banyak. Eksisstensi lubang hitam juga semakin berkembang seiring terus bertambahnya benda-benda luar angkasa yang tertaangkap black hole.
Bahkan, black hole juga bisa melakukan penggabungan. Yaitu, bertambahnya massa lubang hitam dengan cara bertabrakkan dengan lubang hitam yang lain. Setelah bertabrakan itu, black hole pun menjadi lebih besar.
Namun, nggak semua benda bisa terjerat gaya gravitasi black hole. Menurut penelitian, kurang lebih jarak aman harus lebih dari 10 mil dari lubang hitam. Misal, matahari menjadi lubang hitam, maka bumi tidak akan langsung terisap. Sebab, bumi memiliki orbit yang tetap terhadap
"black hole baru" tersebut. Jarak dari matahari ke bumi juga cukup jauh. Sekitar 93 juta mil.
Pembuktian ekssistensi black hole itu mulai dilakukan pada awal abad ke 18. Yaitu, sejak pengetahuan mengenai gravitasi mencuat yang dikenal dengan hukum Newton. Dari situ, John Michell (ahli geologi Inggris) dan Pierre Simon Laplace (astronom Prancis) punya pendapat sama. Yaitu, benda paling ringan atau paling berat tidak bisa lepas dari gravitasi.
Saat John Michell dan Pierre Simon berargumen, belum ada nama black hole. Itilah itu muncul pada era 1960-an. Nama lubang hitam itu diberi fisikawan Amerika Serikat John Archibald Wheeler.
Wheeler tertarik pada penelitian tentang bintang-bintang masif yang mengalami keehilangan gravitasi secara sempurna. Wheeler mulai memopulerkan istilah black hole kali pertama di pertemuan Fisika Ruang Angkasa di New York pada 1969.
Bagaimana Jika Tersedot Black Hole ?
Tidak ada benda apapun yang selamat dari cengkeraman black hole. Termasuk beberapa benda di bawah ini :
CAHAYA
Kecepaatan cahaya sudah diklaim belum ada yang menandingi. Namun, si sakti black hole mampu menaklukkannya. Lubang hitam mampu membeelokkan cahaya. Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa black hole mengakibatkan cahaya bintang di sekitarnya meredup.
JAM WEKER
Menurut teori Albert Einstein tentang General Relativity, benda super padat di luar angkasa memiliki penyimpangan terhadap ruang dan waktu. Penyimpangan tersebut semakin tampak ketika mendekati black hole. Jam akan mengalami penyimpangan waktu ketika akan masuk ke lubang hitam.
GAS
Gas yang berada di area black hole akan mengalami friksi atau gaya gesek yang sangat dahsyat. Dengan begitu, suhu dari gas tersebut merangkak naik alias memanas.
MANUSIA
Bagaimana jika manusia tersedot ke black hole? Jawabaannya adalah manusia itu akan menjadi sangat ringan sebelum memasuki black hole. Setelah itu, tubuh manusia itu akan melebur menjadi satu dengan black hole.
WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI