Jumat, 17 Agustus 2012

MINIPEDIA 3

Mengamati Bintang
     Dengan mata telanjang, kita bisa melihat ribuan bintang di langit malam. Jika kita amati dengan cermat, akan terlihat bahwa beberapa bintang lebih terang daripada yang lainnya. Bintang yang terang membentuk pola yang bisa kita kenali setiap kali menatap langit dan kita menyebutnya konstelasi.

* Dapatkah kita semua melihat bintang yang sama ?
     Karena bumi bulat dan berputar pada porosnya kita hanya bisa melihat bintang di atas belahan bumi di tempat kita berada. Bumi seolah berada di pusat bola hitam raksasa yang disebut lingkaran bola langit. Manusia di ujung utara selalu bisa melihat bintang Bajak, tapi tidak pernah bisa melihat bintang Salib Selatan yang hanya terlihat dari ujung selatan. Manusia di dekat khatulistiwa setiap tahun hampir bisa melihat semua bintang.

* Apa yang dimaksud dengan zodiak ?
     Sepanjang tahun, matahari tampak bergerak melewati bintang-bintang di lingkaran bola langit. Matahari seolah-olah melintasi 12 konstelasi utama yang disebut zodiak. Zodiak disebut juga lambang bintang dan penting dalam ilmu astrologi. Ahli astrologi percaya bahwa bintang mempengaruhi kehidupan manusia.

* Mengapa bintang bisa berpindah ?
     Jika kita mengamati langit malam, maka konstelasi bintang akan terlihat bergerak perlahan-lahan dari langit timur ke barat, seperti matahari saat siang hari. Ahli astronomi kuno menganggap bahwa bintang-bintang melekat di lingkaran bola langit yang berputar mengelilingi bumi yang diam tidak bergerak. Sekarang, kita tahu bahwa yang benar adalah sebaliknya. Bumilah yang bergerak, sedangkan bintang diam tidak bergerak. Bumi berotasi dari barat ke timur, sehingga bintang tampak seolah berputar ke arah yang berlawanan.




WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

MINIPEDIA 2

Melihat Langit
     Langit malam adalah salah satu pemandangan alam paling indah. Bintang yang jumlahnya tak terhingga bersinar dalam lembutnya kegelapan. Planet yang terang mengembara di antara bintang-bintang. Komet berekor panjang datang dan pergi. Astronomi, ilmu yang mempelajari ruang angkasa, adalah salah satu ilmu pengetahuan tertua.

# Apa yang bisa kita lihat ?
     Dengan mata telanjang, banyak yang bisa kita lihat di langit malam. Namun akan lebih banyak lagi yang kita lihat jika memakai teropong atau teleskop. Dengan mata telanjang, bulan kelihatan kecil dan hanya dsedikit yang bisa kita lihat, tapi dengan teropong atau teleskop semuanya tampak lebih besar. Kita bisa melihat kawah di permukaan bulan.

# Kapan manusia mempelajari bintang untuk pertama kalinya ?
     Manusia sudah mengamati bintang selama jutaan tahun. Namun, manusia baru serius mempelajarinya sekitar 5.000 tahun yang lalu. Peradaban Timur Tengah kuno meninggalkan catatan pengamatan mereka. Bangsa Babilonia adalah pengamat yang cakap, demikian pula dengan bangsa Mesir yang menyusun piramida dengan pedoman konstelasi atau pola bintang tertentu. Di Inggris, sekitar tahun 2.800 SM, di bangun Stonehenge, mungkin untuk tempat pengamatan. Batu sengaja di jejer untuk melihat posisi matahari dan bulan pada musim yang berbeda. Ahli astronomi Cina kuno dan bangsa Maya meninggalkan catatan pengamatan mereka yang sangat akurat.

# Siapa penemu telskop ?
     Hans Lippershey, orang Belanda, membuat teleskop yang pertama tahun 1608. Namun Galileo, orang Italia, adalah yang pertama kali menggunakan teleskop untuk mempelajari langit malam. Pengamatan pertamanya dilakukan pada musim dingin tahun 1609 dan tahun 1610. Ia mengamati bulan Jupiter, kawah di bulan, dan bintik hitam matahari. Teleskop Galileo tidak terlalu besar. Teleskop berikutnya yang disebut teleskop aerial, panjangnya sekitar 50 meter.

# Bagaimana teleskop radio bekerja ?
     Bintang memancarkan gelombang radio dan gelombang cahaya. Ahli astronomi telah membuat teleskop untuk menangkap gelombang radio tersebut. Teleskop radio tidak seperti teleskop cahaya. Umumnya berupa piringan besi raksasa yang bisa dimiringkan dan diputar ke segala arah. Piringan tersebut menangkap gelombang radio, atau sinyal, dan mengarahkannya ke sebuah antena. Sinyal di kirim ke penerima, lalu ke komputer yang mengubahnya menjadi gambar.

# Dimana ahli astronomi bekerja ?
     Ahli astronomi mengamati bintang dari observatorium. Kubah di observatorium memayungi teleskop besar yang menggunakan cermin cekung untuk mengumpulkan cahaya dari bintang. Beberapa cermin bergaris tengah 10 meter. Ahli astronomi modern jarang menggunakan teleskop ini untuk mengamati bintang. Mereka malah menggunakannya sebagai kamera raksasa dan untuk mengambil gambar. Observatorium banyak di bangun di gunung, di atas lapisan tipis atmosfer, tempat udara yang lebih bersih dan pandangan leluasa.

# Apa keistimewaan teleskop luar angkasa ?
     Beberapa penemuan besar akhir-akhir ini di peroleh dengan bantuan teleskop luar angkasa. Di ruang angkasa, teleskop bisa mendapatkan pandangan langit malam yang jauh lebih jelas daripada di bumi. Selain itu, teleskop ruang angkasa bisa mengumpulkan sinar yang tak tampak. seperti sinar X yang tidak bisa menembus atmosfer.




WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Selasa, 14 Agustus 2012

Pelahap Luar Angkasa

Usaha Melenyapkan si Lubang Hitam
     BLACK HOLE punya karakter terus berkembang. Hali itu sesuai dengan jumlah material yang masuk ke dalamnya. Selain itu, black hole bisa melakukan fusion atau penggabungan dengan black hole lain. Dengan begitu, ia bisa menjadi lebih besar.
     Semakin besar ukuran black hole, tenaga gravitasinya juga membesar. Kemampuan untuk melenyapkankan benda-benda luar angkasa juga bertambah. Namun, adakah kemungkinan black hole dihentikan?
     Pada dasarnya, black hole akan menguap dan mengembalikan energi di dalamnya pada alam semesta. Ilmuwan Fisika modrn Stephen Hawking pun setuju dengan hal tersebut. Dengan menggunakan hukum mekanika kuantum, dia coba mempelajari kemungkinan akan hal itu.
     Teori kuantum menjelaskan tingkah laku partikel paada ukuran yang sangat kecil. Diprediksi bahwa partikel dan cahaya akan terus-menerus berkembang (diproduksi). Benda yang berkembang itu akan hancur pada ukuran yang tidak lebih dari atom atau sangat kecil.
     Gejala perilaku benda yang hancur tersebut persis seperti partikel yang akan masuk ke black hole. Yaitu, akan membentuk sebuah pancaran cahaya.  Hal tersebut biasa disebut event horizon glow.
     Nah, pancaran cahaya itu punya kesempatan menghentikan black hole. Sebab, nanti pancaran cahaya tersebut membawa energi dari black hole. Dengan energi yang tersedot itu, masa black hole akan berkurang. Sedikit demi sedikit black hole pun bisa menghilang.
     Namun, kemungkinan hilangnya black hole itu masih di teliti. Riset itu diperkirakan cukup lama. Butuh waktu lebih lama lagi untuk menghilangkan black hole.

Jarak Aman Harus Lebih dari 10 Mil 

     Lubang hitam atau populer dengan nama black hole beserta sisi misteriusnya. Ia menjadi salah satu benda luar angkasa yng cukup dikenal. Yang menjadi penyebab tentu saja kekuatannya menyedot benda apa saja di sekitarnya. Namun, bagaimana pelahap dari luar angkasa itu "bekerja"?

     Black hole merupakan suatu benda yang sangat padat. Dengan kata lain, benda tersebut memiliki massa yang cukup (terjadi pemusatan massa) dengan volume kecil. Hal itulah yang menyebabkan black hole memiliki gaya gravitasi yang sangat besar. Saking kuatnya, sampai-sampai cahaya mampu dibelokkan apalagi benda-benda luar angkasa.
     Dahsyatnya gaya gravitasi dari black hole diawali tekanan gravitasi yang cukup besar pula.Sebelum terbentuk, benda itu merupakan suatu objek yang diyakini sebagai bintang raksasa. Objek itu tidak bisa menahan kekuatan tekanan gravitasinya sendiri dan meledak. Ledakan tersebut menyebabkan bagian luarnya berhamburan dan bagian intinya memadat. Hal itu membuat gaya gravitasinya menjadi bertambah besar. Karena tekanan yang cukup besar itu, area di sekitarnya menjadi gelap.
     Namun, banyak objek (termasuk matahari dan bumi) yang tidak akan pernah menjadi black hole. Itu disebabkan tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak cukup besar. Terutama untuk menandingi kekuatan atom dan nuklir dalam bumi atau matahari yang sifatnya melawan tekanan gravitasi tersebut.
     Memang, kemungkinan bumi dan matahari menjadi black hole sangat kecil. Namun, para peneliti yakin bahwa black hole di Galaksi Bima Sakti semakin banyak. Eksisstensi lubang hitam juga semakin berkembang seiring terus bertambahnya benda-benda luar angkasa yang tertaangkap black hole.
     Bahkan, black hole juga bisa melakukan penggabungan. Yaitu, bertambahnya massa lubang hitam dengan cara bertabrakkan dengan lubang hitam yang lain. Setelah bertabrakan itu, black hole pun menjadi lebih besar.
     Namun, nggak semua benda bisa terjerat gaya gravitasi black hole. Menurut penelitian, kurang lebih jarak aman harus lebih dari 10 mil dari lubang hitam. Misal, matahari menjadi lubang hitam, maka bumi tidak akan langsung terisap. Sebab, bumi memiliki orbit yang tetap terhadap "black hole baru" tersebut. Jarak dari matahari ke bumi juga cukup jauh. Sekitar 93 juta mil.
     Pembuktian ekssistensi black hole itu mulai dilakukan pada awal abad ke 18. Yaitu, sejak pengetahuan  mengenai gravitasi mencuat yang dikenal dengan hukum Newton. Dari situ, John Michell (ahli geologi Inggris) dan Pierre Simon Laplace (astronom Prancis) punya pendapat sama. Yaitu, benda paling ringan atau paling berat tidak bisa lepas dari gravitasi.
     Saat John Michell dan Pierre Simon berargumen, belum ada nama black hole. Itilah itu muncul pada era 1960-an. Nama lubang hitam itu diberi fisikawan Amerika Serikat John Archibald Wheeler.
     Wheeler tertarik pada penelitian tentang bintang-bintang masif yang mengalami keehilangan gravitasi secara sempurna. Wheeler mulai memopulerkan istilah black hole kali pertama di pertemuan Fisika Ruang Angkasa di New York pada 1969.

Bagaimana Jika Tersedot Black Hole ?
      Tidak ada benda apapun yang selamat dari cengkeraman black hole. Termasuk beberapa benda di bawah ini :

CAHAYA
     Kecepaatan cahaya sudah diklaim belum ada yang menandingi. Namun, si sakti black hole mampu menaklukkannya. Lubang hitam mampu membeelokkan cahaya. Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa black hole mengakibatkan cahaya bintang di sekitarnya meredup.

JAM WEKER
     Menurut teori Albert Einstein tentang General Relativity, benda super padat di luar angkasa memiliki penyimpangan terhadap ruang dan waktu. Penyimpangan tersebut semakin tampak ketika mendekati black hole. Jam akan mengalami penyimpangan waktu ketika akan masuk ke lubang hitam.

GAS
     Gas yang berada di area black hole akan mengalami friksi atau gaya gesek yang sangat dahsyat. Dengan begitu, suhu dari gas tersebut merangkak naik alias memanas.

MANUSIA
     Bagaimana jika manusia tersedot ke black hole? Jawabaannya adalah manusia itu akan menjadi sangat ringan sebelum memasuki black hole. Setelah itu, tubuh manusia itu akan melebur menjadi satu dengan black hole.




WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

GALAKSI BIMA SAKTI

     Galaksi Bima Sakti adalah salah satu dari ratusan galaksi di alam semesta. Di dalam Galaksi Bima Sakti terdapat 200-400 milyar bintang. Satu dari sekian milyar bintang dalam Galaksi Bima Sakti adalah Matahari. Matahari dikelilingi planet-planet yang bergerak teratur. Kita menyebutnya Tata Surya atau Solar System. Bumi tempat tinggal kita ini adalah salah satu planet bagian dari Tata Surya tersebut.

Spiral Super Raksasa
     Galaksi Bima Sakti berbentuk spiral. Tata Surya kita bersama-sama bintang lain berputar mengelilingi titik pusat galaksi seperti planet-planet kita mengelilingi Matahari. Bumi kita bisa mengelilingi Matahari sekali putar dalam waktu 365 hari atau satu tahun. Tata Surya kita perlu waktu 226 juta thun untuk bisa mengelilingi pusat Bima Sakti sekali putaran.

Luas Bima Sakti
     Galaksi Bima Sakti memang luas sekali. Diameternya saja sekitar 100.000 tahun cahaya. Padahal, cahaya bisa menempuh jarak sekitar 300.000 kilometer dalam waktu 1 detik. Dalam waktu 1 tahun, cahaya bisa menempuh jarak 9.460.800.000.000 kilometer. Maka, diameter Galaksi Bima Sakti 946.080.000.000.000.000 kilometer. Kalau rumus untuk mencari luas lingkaran adalah 1/4 phi d kuadrat, berapa luas Galaksi Bima Sakti? Bisa, enggak, kamu menghitungnya?

Kita dan Alam Semesta
     Bima Sakti yang seluas itu, hanyalah satu dari sekian ratus galaksi dalam alam semesta. Tata Surya kita adalah satu dari sekian ratus milyar gugus bintang dalam Galaksi Bima Sakti. Bumi kita hanya satu titik dalam tata surya. Kita hanyalah setitik debu di Bumi. Dibandingkan dengan alam semesta, kita hanya seukuran debu yang dibelah-belah trilyunan kali.




WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

PETA ALAM SEMESTA

Katakan Astro Peta ...
     Peta alam semesta orang astronomi sangat unik. Tidak ada gambar lautan atau pulau di peta mereka. Yang ada gambar piring-piring penuh bintang. Ssst, sebenarnya, piring penuh bintang ini adalah galaksi.

Galaksi Penuh Bintang 
     Galaksi adalah kumpulan bintang-bintang, planet-planet, debu-debu, dan awan gas. Mereka berkumpul karena ada kekuatan sangat besar yang menarik mereka. Namanya pusat galaksi. Sampai sekarang bentuk pusat galaksi belum diketahui. Karena pusat galaksi dikelilingi debu tebal yang sulit diteropong. Eh, cara bintang, planet, debu dan awan mengelilingi pusat galaksi macam-macam, lo. Ada yang mirip ekor kecebong. Ada juga yang seperti spiral atau susu di aduk.

Dari Susu Tumpah
     Dalam bahasa Yunani, galaksi artinya susu. Hmm, kenapa ya kumpulan bintang kok diberi nama galaksi? Ini ada ceritanya. Dulu orang Yunani heran di langit malam seperti ada air susu tumpah. Mereka percaya tumpahan susu itu akibat ulah Dewi Hera. Katanya, Dewi Hera membuang air susu di langit. Karena dia tidak mau menyusui Hercules.
     Pada abad ke 18 Pak William Herschel membuat teropong untuk menelitinya. Wow, ternyata susu itu adalah kumpulan bintang yang banyak sekali. Nah, sejak itu kumpulan bintang dijuluki galaksi. Galaksi yang mirip susu tumpah dinamai Galaksi Milky Way. Ssst, kamu sudah tahu di Indonesia galaksi Milky Way disebut Galaksi Bima Sakti?
     Pak Herschel juga menemukan galaksi lain di langit utara. Namanya Galaksi Andromeda. Sampai kini alam semesta punya 125 milyar galaksi. Wuih, banyak banget ya. Pantas saja, kalauastronom percaya alam semesta luas sekali. Jauh... sampai bintang-bintang yang redup di langit.

Awan Kapten Magellan
     Ketika berlayar di belahan bumi selatan, Kapten Magellan dari Spanyol melihat awan putih kecil di langit. Awan ini tidak pernah pindaah tempat. Ternyata awan putih itu adalah galaksi. Unutuk menghormatinya, awan putih itu dinamai Galaksi Magellan.

Tamasya ke Galaksi?
     Jarak Galaksi Andromeda ke Galaksi Milky Way adalah 14.250 juta milyar kilometer. Wow, itu jarak yang super-super jauh. Butuh waktu 280 milyar tahun jika ingin tamasya dari Galaksi Milky Way ke Galaksi Andromeda . Hihihi ... itu jarak yang mustahil ditempuh manusia. Sampai jadi kakek nenek, manusia tidak akan sampai ke sana.




WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI
     

Senin, 13 Agustus 2012

MINIPEDIA

Makanan dan Minuman Astronot
     Di luar angkasa para astronot melawan gravitasi Bumi sehingga mudah pusing, otot pun menjadi mudah lelah dan cepat membuat dehidrasi. Karena itulah para ilmuwan NASA mengembangkan formula elektrolit untuk minuman para astronot. Formula tersebut berisi cairan yang jika dicampur dengan air akan cepat memulihkan cairan tubuh yang hilang. Astronot juga bisa minum air dari air kencingnya sendiri yang telah diolah menjadi air bersih ssiap minum, hihi... jijik ya?

     Untuk makanannya, para ahli gizi mempersiapkan makanan para astronot seperti makanan mereka di Bumi. Inilah antara lain menu astronot dari Jepang : untuk sarapan adalah buah plum kering, telur dadar, sosis sapi dan jus jeruk. Untuk makan siang adalah potongan daging ham, keju, nanas kering, kacang mede dan jus stroberi. Untuk makan malam adalah spagetti, sayuran, puding dan jus jeruk.
     Makanan-makanan tersebut disimpan dalam alat pendingin bersuhu minus 80 derajat Celcius. Untuk menun astronot India lain lagi. Mereka dibekali makanan khas India, kari. Ada juga yang namanya es krim astronot. Es krim ini telah dikeringkan dan beku. Jadi nggak perlu disimpan di alat pendingin. Es krim inilah yang pertama kali dibawa oleh astronot Apollo 7. Tetapi es krim kering astronot ini tidak lagi diminati karena astronot bisa makan es krim seperti es krim yang di Bumi.

Punya BB tak Bisa jadi Astronot
     Bisa jadi astronot kayaknya bangga banget ya? Saat ini saja pelamar astronot di Amerika mencapai 3.500 orang. Sedangkan yang di terima cuma 9 orang, 3 wanita dan 6 laki-laki.
     Astronot adalah istilah untuk seorang antariksawan dari Amerika. Di Rusia namanya kosmonot, di Cina namanya taikonot, sedangkan di Perancis spasionot. Astronot biasanya di seleksi dari pilot-pilot pesawat tempur yang punya background pendidikan ilmu Biologi, Fisika, Enginering dan Matematika. Tinggi tak kurang dari 163 cm dan tidak cacat mata. Jadi pandangan jarak jauhnya mesti super duper bagus. Sedangkan untuk astronot peneliti diambil dari disiplin ilmu Fisika, Biologi, Matematika dan Enginering.
     Persyaratan untuk menjadi taikonot China lebih rumit lagi. Ada 100 persyaratan yang harus dilewati, antara lain tidak punya luka, tidak punya penyakit turunan di tiga keluarga terakhir, gigi tidak bolong, hidung tidak gampang meler, tidak kurapan, tidak alergi terhadap obat, nafas tidak bau dan tidak BB. Alasannya, kerja di luar angkasa tempatnya sempit jadi kalau ada astronot yang punya BB akan menganggu rekan kerja yang lain, oh oh ... Astronot harus benar-benar punya tubuh fit. Gimana tidak kalau mereka harus hidup selama berbulan-bulan di tempat rendah gravitasi yang beda banget dengan Bumi. Katanya sih, para astronot itu setelah kembali ke Bumi harus masuk rehabilitasi duli karena tubuh mereka rentan terhadap penyakit.

Stasiun Luar Angkasa Internasional
     Stasiun Luar Angkasa International atau International Space Station (ISS) adalah proyek gabungan 16 negara, yaitu Amerika, Rusia, Jepang, Kanada, Brasil dan 11 negara Uni Eropa. ISS berada pada ketinggian 360.000 meter dari atas Bumi. Bandingkan dengan pesawat komersial yang terbang pada ketinggian 12.000 meter dari atas Bumi. Mulanya (tahun 2000) ISS hanya di isi oleh 3 astronot. Mereka adalah astronot dari Amerika, William Shepherd dan 2 kosmonot dari Rusia, Yuri Gidzenko dan Sergei Krikalev.
     Saat ini ISS sudah di huni oleh 13 astronot dari berbagai negara, termasuk dari Jepang, Cina dan India. China sudah mengirimkan astronotnya, Zhai Zhigang pada 24 September 2008. Sedangkan Jepang sudah beberapa kali mengirimkan astronotnya ke ISS. Saat ini Jepang juga sudah mempunyai stasiun luar angkasa sendiri bernama Kibo. Para astronot ISS tinggal di kapsul luar angkasa hingga berminggu-minggu atau berbula-bulan. Mereka balik ke Bumi, kemudian digantikan oleh astronot lain dengan menggunakan pesawat ulang aling Discovery. Pesawat ini jugalah yang membawa peralatan-peralatan yang dibutuhkan ISS.
     Discovery diluncurkan dari Cape Canaveral (Cape Kennedy), Florida, Amrik. Salah satu misi tinggal di luar angkasa berbulan-bulan adalah sebagai jembatan manusia untuk bisa mendarat di Mars. Dengan terbiasa hidup di gravitasi lemah akan memudahkan astronot untuk beradaptasi di Mars. Kabar terakhir para astronot Iss dibuat panik oleh sampah angkasa yang berasal dari pecahan roket atau pesawat ulang alik. Serpihan itu kecil sekali, cuma 1 cm. Tetapi kalau mebentur ISS, akan membuat tekanan udara dalam kapsul turun dan bisa membahayakan astronot. Antisipasinya, para astronot spacewalk ke pesawat penyelamat Soyuz. Baru-baru ini astronot Danny Olivas dan Christer Fuglesang mengganti tangki amoniak ISS yang rusak untuk diganti dengan yang baru. Walaupun tangki berbobot 800kg, di luar angkasa seperti memegang balon saja.

Baju Astronot
     Kalau sedang berada dalam kapsul pesawat baju-baju yang dipakai para astronot sama dengan baju yang mereka pakai di Bumi. Tetapi kalau para astronot harus berjalan di angkasa atau spacewalk untuk membetulkan alat yang rusak atau karena sesuatu hal, mereka harus memakai spacesuit. Salah satu baju astronot buatan Jepangberatnya 60 kilogram, terdiri dari 14 lapis. Baju ini mampu menahan panas hingga 100 derajat Celcius dan menahan dingin hingga minus 100 derajat Celcius. Walaupun baju ini sangat berat, tapi tak terasa berat karena di luar angkasa lemah gravitasi.
     Di luar angkasa para astronot tidak perlu mencuci bajunya. Baju yang telah di pakai dibuang ke luar kapsul dan akan terbakar di angkasa. Mereka ganti baju paling tidak 3 hari sekali. Maka itu para astronot harus membawa baju dalam jumlah cukup banyak. Pakaian dalam? Apalagi. Mesti lebih sering ganti.
     Tapi saat ini para astronot tak perlu gonta-ganti pakaian dalam. Sebuah perusahaan di Jepang telah merancang celana dalam astronot yang mereka namakan J-Wear. Terbuat dari campura katun dan polyester, di desain menyerap air, membunuh bakteri, cepat kering, modis dan ringan. Koichi Wakata, astronot Jepang yang baru pulang dari ISS membuka rahasia bahwa dia telah pakai J-Wear di ISS selama sebulan tak ganti-ganti. O la la ...



WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Minggu, 12 Agustus 2012

BIG BANG, LEDAKAN YANG MENGHANCURKANGagasan Kuno Abad 19: Alam Semesta Kekal Gagasan yang umum di abad 19 bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandagan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Materalisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl Marx. Para penganut materialism meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan baahwa “alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan” dan menambahkan : “Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan”. Ketika Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan menganggap dirinya sedang mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun, sains dan teknologi yang berkembang di abad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno yang dinamakan materialism ini. Astronomi Mengatakan : Alam Semesta Diciptakan Pada tahun 1929, di observatorium Mount Wilson California, ahli astronomi Amerika, Edwin Hubble membuat salah satu penemuan terbesar di sepanjang sejarah astronomi. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini “bergerak menjauhi” kita. Sebab, menurut hokum fisika yang diketahui, spectrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjaauhi kita. Jauh sebelumnya, Hubble telah membuat penemuan penting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi kita, tapi juga menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu aalam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus “mengembang”. Agar lebih mudah dipahami, alam semesta dapat diumpamakan sebagai permukaan balon yang sedang mengembang. Sebagaimana titik-titik sdi permukaan balon yang bergerak menjauhi satu sama lain ketika balon membesar, benda-benda di ruang angkasa juga bergerak menjauhi satu sama lain ketika alam semesta terus mengembang. Sebenarnya, fakta ini secara teoritis telah ditemukan lebih awal. Albert Einstein, yang diakui sebagai ilmuwan terbesar abad 20, berdasarkan perhitungan yang ia buat dalam fisika teori, telah menyimpulkan bahwa alam ssemesta tidak mungkin statis. Tetapi, ia mendiamkan penemuannya ini, hanya agar tidak bertentangan dengan model alam semesta statis yang diakui luas waktu itu. Di kemudian hari, ini sebagai ‘kesalahan terbesar dalam karirnya’. Apa arti dari mengembangnya alam semesta? Mengembangnya alam semesta berarti bahwa jika alam semesta dapat bergerak mundur ke masa lampau, maka ia akan terbukti berasal dari satu titik tunggal. Perhitunga menunjukkan bahwa ‘titik tunggal’ ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki ‘volume nol’, dan ‘kepadatan tak hingga’. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini. Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan ‘Big Bang’ dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa ‘volume nol’ merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep ‘ketiadaan’yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengamn menyatakannya sebagai ‘titik bervolume nol’. Sebenarnya, ‘sebuah titik tak bervolume’ berarti ‘ketiadaan’. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan. Fakta bahwa ala mini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Al-Qur’an 14 abad lampau : “Dia Pencipta langit dan bumi” (QS. Al-An’aam, 6: 101) Teori Big Bang menunjukkan bahwa semua benda di alam semesta pada awalnya adalah satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini di artikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta kini dengan cara pemisahan satu dari yang lain. Big Bang, Fakta Menjijikkan Bagi Kaum Materialis Big Bang merupakan petunjuk nyata bahwa alam semesta telah ‘diciptakan dari ketiadaan’, dengan kata lain ia diciptakan oleh Allah. Karena alas an ini, para astronom yang meyakini paham materialis senantiasa menolak Big Bang dan mepertahankan gagasan alam semesta tak hingga. Alasan penolakan ini terungkap dalam perkatan Arthur Eddington, salah seorang fisikawan materialis terkenal yang mengatakan : “Secara filosofis, gagasan tentang permulaan tiba-tiba dari tatanan Alam yang ada saat ini sungguh menjijikkan bbagi saya”. Seorang materialis lain, astronom terkemuka asal Inggris, Sir Fred Hoyle adalah termasuk yang paling merasa terganggu oleh teori Big Bang. Di pertengahan bad 20, Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut steady-state yang mirip dengan teori ‘alam semesta tetap’ di abad 19. Teori steady-state menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang masa. Dengan tujuan mempertahankan paham materialis, teori ini sama sekali berseberangan dengan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Mereka yang mempertahankan teori steady-state telah lama menentang teori Big Bang. Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka. Pada tahun 1948, Gergec Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang ‘seharusnya ada’ ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut ‘radiasi latar kosmis’, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka. Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukkan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang. Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di luar angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-heliu, di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsure hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium. Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat “Yang telah menciptakan tujuh langit n]berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak sembang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang.” (QS. Al-Mulk, 67:3)

Unsur Kimia di Planet Mars

Unsur kimia apa saja yang terdapa di planet Mars?
     Dengan menggunakan instrumen kimia yang disebut spektrometer neutron, para peneliti wahana antariksa Odyssey memperkirakan adanya unsur hidrogen di planet Mars. Para peneliti yakin bahwa planet merah ini menyimpan cadangan air dalam jumlah cukup besar.
     Para ahli Geologi Museum Smithsonian National Air and Space yang ikut meneliti penemuan itu memperkirakan, unsur hidrogenterdapat di sebuah bekas danau di dataran tinggi dan di sepanjang Ma'adim Vallis, lembah terbesar di planet itu. Para ahli memperkirakan luas danau itu hampir seluas wilayah gabungan antara negara bagian Texas dan New Mexico, atau hampir setengah luas Indonesia.
     Mars sekarang ini merupakan planet yang terselimuti padang pasir dan bebatuan, serta besuhu sangat dingin. Berdasarkan adanya lembah-lembah yang keringb, para ahli memperkirakan, air sempat mengalir di atas permukaan planet. Hasil pantauan Odyssey mengungkap bukti-bukti adanya unsur air yang terjebak di permukaan planet di sekitar kutub.
     Mengomentari penemuan itu, asisten peneliti di Observatorium Bosscha di Lembang, Hendro Setyanto, mengemukakan bahwa penemuan air di planet Mars merupakan penemuan besar karena dapat membuka peluang sangat besar bagi eksplorasi tata surya berikutnya. Peluang besarv lainnya juga terbuka bagi perwujudan impian manusia untuk membuat koloni di luar Bumi.
     Menurut Kepala Peneliti Odyssey, Bill Feldman, "Permukaan tanah Mars banyak mengandung hidrogen". Feldman mengklaim, walaupun para ilmuwan tahu bahwa batu es terdapat di bawah permukaan wilayah itu, penemuannya merupakan yang pertama dalam hal menentukan jumlah kandungan air di Mars. Jumlahnya diperkirakan cukup untuk menunjang kehidupan manusia saat melakukan eksplorasi di planet itu.
     Peta dari Spektrometer neutron menunjukkan bahwa wilayah luas yang terbentang dari kutub hingga sekitar 50 derajat dari khatulistiwa menyimpan cadangan hidrogen atau batu es. Permukaan ekspansinya yang berada di garis lintang bawah hingga tengah Mars juga menampakkan hal serupa.
     Data pengamatan menggunakan spektrometer neutron Odyssey memperkirakan adanya lapisan tipis karbon dioksida (es kering) di sepanjang kutub utara dan selatan. Selama musin dingin, karbon dioksida menyelimuti wilayah dari kutub. Sementara itu, selama musim panas, lapisan karbon dioksida di kutub utara menguap seluruhnya dan meninggalkan lapisan tipis di kutub selatan.

Sumber : www.angkasa-online.com


WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Sabtu, 11 Agustus 2012

TAHUKAH BAHWA ...

   Astronaut itu kegiatannya 14 jam kerja dan olahraga, 1,5 jam menyiapkan makanan dan makan, serta 8,5 jam tidur!
Mau main ke mal? Pingin jajan mie bakso? Mau baca buku cerita terbaru? Hm... mana bisa! Jadi aastronaut memang harus bisa menahan bosan.

   Dulu, makanan astronaut dalam keadaan beku dan kering!
Kalau mau sedikit kental, disediakan makanan dalam bentuk seperti pasta gigi. Kemudian, ada teknologi untuk melapisi makanan dengan semacam puding agar tidak "beterbangan". Makanan ini besarnya hanya satu gigitan saja. Sekarang, stasiun luar angkasa dilengkapi dengan lemari es dan microwave oven. Bahkan, resep-resep lezat khusus diciptakan oleh para koki kenamaan dari seluruh dunia!

   Salah satu jam penghitung mundur yang paling banyak disimak adalah jam penghitung mundur di tempat peluncuran roket Pusat Antariksa Kennedy, Florida.
Jam ini dinyalakan 43 jam, sebelum peluncuran. Dan dimatikan 10 menit setelah mengangkasa, ketika pesawat sudah memasuki orbit dengan sempurna. Yang ditunggu-tunggu tentu saja ssuara "... 3... 2...1... liftoff!"


   Dalam keadaan tanpa gravitasi, tulang dan otot mengecil.
Itu sebabnya, astronaut di luar angkasa harus olahraga minimal 2 jam sehari. Kalau tidak, mereka akan mengalami gangguan tulang dan otot sekembalinya ke Bumi. Hap... hap... tu... wa... tu... wa...


   Air akan berbentuk butir-butir dalam keadaan tanpa gravitasi.
Makanya, di kamar mandi astronaut ada selang penyemprot untuk mengeluarkan air. Kalau sudah mandi, butir-butir kotor itu disedot pakai selang lain. Bagaimana kalau ingin buang air? Bisa, bisa.... Tetapi, tidak ada air untuk "menghalau" kotoran kita ke pembuangan. Yang ada adalah udara bertekanan besar. SSSSSH... kotoran pun masuk ke pembuangan.



WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

SELEBRITI LUAR ANGKASA

Siapa yang terkenal, saat manusia sampai di luar angkasa? Siapa yang terkenal, saat manusia berhasil menjejakkan kaki di Bulan? Hihihi ... ternyata yang terkenal atau yang jadi selebritinya ... astronaut.

Ratusan Astronaut
   Selebriti luar angkasa pertama, Yuru Gagarin. Kosmonot Rusia (dulu Uni Soviet) ini terkenal karena menjadi manusia pertama yang sampai ke luar angkasa di tahun 1961. Sampai sekarang, sudah 500-an astronaut sampai ke luar angkasa. Eh, ternyata banyak juga, ya. Ada lagi yang terkenal, Neil Amstrong dan Buzz Aldrin. Mereka terkenal karena berhasil menginjakkan kaki di Bulan, tahun 1969. Sebelumnya, tahun 1965, ada nama Aleksei Leonov yang terkenal karena menjadi astronaut pertama yang berjalan di luar angkasa (spacewalk).

Yuri Gagarin, manusia pertama yang sampai ke luar angkasa.

Pesawat Apollo 11 saat mendarat di Bulan.

Aleksei Leonov, 12 menit meninggalkan pesawat Voskhod 2 untuk melakukan spacewalk.

Astronaut Komersial
   Eh, ternyata tidak semua astronaut melakukan tugas ilmiah. Ada juga yang melakukan tugas jadi wartawan. Toyohiro Akiyama, wartawan TV Jepang ini, tahun 1990, di tugaskan kantornya untuk meliput luar angkasa. Ia pergi dengan pesawat Soyuz TM-11, menginap di stasiun luar angkasa Mir, lalu pulang ke Bumi dengan pesawat Soyuz TM-10. Tentu saja untuk ke luar angkasa ini, ia harus membayar. Maka jadilah ia astronout komersial pertama.
Toyohiro Akiyama, pernah meliput dari luar angkasa.

Berbagai Negara
   Kebanyakan astronaut berasal dari Amerika serikat, negara-negara bekas Uni Soviet, dan Eropa. Maklum, teknologi luar angkasa di sana sudah sangat maju. 
   Sedangkan dari bangsa-bangsa Asia, masih bisa dihitung dengan jari. Pada tahun 1980, tercatat astronaut Pham Tuan dari Vietnam, Rakesh Sharma dari India, tahun 1985. Menyusul dari kerajaan Arab Saudi, Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Asaud. Pada tahun 2003, taikonut Yang Liwei, meluncur dengan pesawat luar angkasa milik China, Shenzhou 5. Sedangkan, Anousheh Ansari bangsa Iran menajdi astronaut wanita pertama yang menjadi turis ke luar angkasa, tahun 2006.

Yang Liwei, astronaut pertama dari Cina.

Astronaut Anousheh Ansari, jadi turis ke luar angkasa.

Neil Amstrong, Michael Collins, dan Edwin Aldrin, astronout Apollo 11 yang pernah mendarat di Bulan.

Astronaut Indonesia
   Kita boleh bangga! Pada tahun 1985, pernah ada, lo, bangsa kita yang terpilih jadi calon astronaut. Ibu Pratiwi Sudarmono dan Pak Taufik Akbar. Mereka akan mengikuti misi penerbangan antariksa dengan kode pesawat STS 61-H. Tetapi, karena terjadi kecelakaan pesawat Challenger, pada tanggal 28 Januari 1986, rencana tersebut dibatalkan. Hiks ... sayang banget ya.
   Selain dua calon tadi, sampai saat ini belum ada lagi calon dari Indonesia. Mm, siapa tahu di antara kita nanti, ada yang jadi astronaut?
Pak Taufik Akbar dan Ibu Pratiwi Sudarmono, calon astronaut Indonesia yang batal ke luar angkasa.







WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI