Rabu, 28 Desember 2011

Semua Planet Memang Istimewa

Planet tercepat ( yang juga dijuluki speed racer ) :
Merkurius. Kecepatan Merkurius mengelilingi Matahari 172.000 km/jam.

Planet terbesar :
Jupiter. Kalau Jupiter kosong, lebih dari seribu bumi bisa masuk ke dalamnya. Biarpun besar, Jupiter tetap gesit. Rotasinya hanya membutuhkan waktu 1 jam 55 menit.

Planet terbandel :
Venus. Putaran rotasinya berkebalikan dengan planet lain. Kalau yang lain berputar berlawanan arah jarum jam, Venus searah jarum jam.

Planet dengan satelit terbanyak :
Saturnus. Penelitian terbaru menunjukkan, Saturnus punya 56 satelit.

Planet termirip :
Venus dan Bumi. Kedua planet ini sering disebut planet kembar karena ukurannya hampir sama dan jarak keduanya pun paling dekat.

Planet terunik :
Saturnus. Saturnus dapat mengapung di air karena sebagian besar isinya gas helium, sama dengan gas untuk mengisi balon.

Planet tereliminasi :
Pluto. Pluto pernah mendapat gelar planet. Pluto tidak ccok lagi disebut planet karena orbitnya menyenggol orbit Neptunus. Padahal, salah satu syarat planet adalah orbitnya tidak boleh menyenggol orbit planet lain. Pluto hanya mendapat gelar planet kerdil.




WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Sabtu, 24 Desember 2011

Festival Planet Antariksa

Lihat enggak, ada kesibukan besar di angkasa luar! Yups, di sana akan ada Festival Planet Antariksa. Di acara penting ini, akan diumumkan planet-planet anggota tata surya yang berhak mendapat gelar terbaik. Mau tahu persiapan para planet menghadapi festival? Yuk, kita wawancarai mereka!

Mars, Si Planet Merah
Aku yakin bisa merebut salah satu gelar yang ada. Aku punya Olympus Mons, gunung berapi terbesar di tata surya. Gunung ini dikelilingi Olympus Mons Aureole atau lingkaran cahaya. Tinggi Olympus Mons 27 km, diameternya 624 km, dan lebar kawahnya 85 km. Bandingkan dengan Mauna Lao, gunung berapi terbesar di Bumi. Tinggi Mauna Lao 10 km dengan diameter 120 km. Volume Olympus Mons hampir 100 kali lebih besar daripada gunung berapi terbesar di Bumi!

Saturnus, Cincin Istimewa
Ya, aku telah menyiapkan cincin istimewaku. Memang sih, Jupiter, Uranus, dan Neptunus juga punya cincin, tapi cincinku istimewa karena paling jelas terlihat. Cincin yang besar tapi tipis ini lebarnya 400 ribu km. Sebenarnya cincinku tidak padat dan terdiri dari kepingan es, debu, dan batuan. Kepingan es ini ada yang selembut pasir hingga sebesar gedung bertingkat. Wow!

Jupiter, The Great Red Spot
Kamu pasti pernah mendengar Great Red Spot atau bintik merah raksasa ang kumiliki. Diameternya sekitar 25 ribu km. Besarnya hampir dua kali besar Bumi. Bintik merah ini berawal dari badai raksasa di permukaanku. Aku berputar sangat cepat. Segala yang ada di sini ikut berputar, membentuk semacam badai. Badai terbesar di tata surya ini terjadi terus menerus selama lebih dari 400 ahun hingga membentuk seperti bintik merah raksasa. Tak ada yang tahu pasti kenapa Great Red Spot menjadi merah. Kamu mau menyelidikinya ?

Bumi, Planet Kehidupan
Di mana manusia, hewan, dan tumbuhan bisa hidup? Tentu saja di Bumi! Tujuh puluh satu persen dari permukaanku berisi air. Aku adalah satu-satunya planet di mana air bisa tetap bertahan dalam bentuk cair. Hanya 11 persen dari permukaanku yang bisa ditanami. Tahukah kamu, seribu ton debu meteor menjatuhiku setiap hari? Kamu juga harus tahu, untuk mengelilingiku, diperlukan 33 juta orang yang merentangkan tangan dan bergandengan.





WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI

Jumat, 16 Desember 2011

Ketika Bulan dan Matahari Hilang

Langit mendadak kelam. Bulan dan Matahari hilang. Pada zaman dahulu, di Bumi, orang-orang ketakutan. Gawat, gerhana datang!

Di Cina
Drum! Drum! Terdengar bunyi genderang. Ada gerhana berarti ada naga yang menelan Bulan atau Matahari. Si naga harus diusir. Caranya dengan menabuhi bunyi-bunyian atau menembakkan panah supaya si naga lari!

Di Jepang 
Wooo, gerhana! Celaka! Orang-orang langsung menutup sumur dan sumber mata air mereka. Sebab mereka percaya, racun sedang jatuh dari langit!

Di Asia Tengah tanggal 28 Mei 585 Masehi...
Dua negara di Timur Tengah sedang berperang. Tiba-tiba zlapp! Langit jadi gelap. Gerhana menyebabkan kedua negara itu menghentikan pertempuran. Akhirnya, kedua negara pun berdamai.

Di India
Byurrr! Orang-orang menceburkan tubuh mereka sampai batas leher ke dalam air. Sambil melakukan itu, mereka berdoa semoga Matahari dan Bulan bisa mempertahankan dirinya dari gangguan naga.

Di Pulau Jawa
Tong! Tong! Tong! Kentongan dipukul waktu gerhana. Berarti Batara Kala, si raksasa jahat, sedang menelan Bulan atau Matahari. Maka penduduk desa membunyikan kentongan supaya si raksasa pergi.

Wah, wah... Kenapa pada zaman dulu orang-orang takut pada gerhana, ya? Apa betul ada naga atau raksasa yang menelan Bulan dan Matahari? Apa betul ada racun yang jatuh dari langit? Kita selidiki, kenapa Bulan dan Matahari bisa hilang!

Gerhana Terjadi Kalau . . .
Ada satu benda angkasa yang bergerak ke bayangan benda angkasa lainnya.

Matahari yang Sembunyi
Bumi mengedari Matahari dan Bulan mengedar Bumi. Sewaktu Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, Matahari pun tertutup Bulan. Orang-orang di Bumi tidak dapat melihat Matahari. Itulah yang di namakan Gerhana Matahari.

Karena lintasan orbit Bulan agak lonjong, letak Bulan kadang lebih jauh dan kadang lebih dekat dari Bumi. Ini menyebabkan Bulan kelihatan kadang lebih besar dan kadang lebih kecil. Saat Bulan kelihatan sama besar dengan Matahari pada waktu gerhana, maka terjadilah Gerhana Matahari Total.

Saat Bulan kelihatan lebih kecil dari Matahari pada waktu gerhana, maka terjadilah Gerhana Matahari Cincin.

Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan hanya menutupi sebagian Matahari.

Bulan yang Padam
Apabila Bumi berada segaris di antara Bulan dan Matahari, terjadilah gerhana Bulan. Sebab, kalau dilihat dari Bumi, Bulan akan tertutup oleh bayangan Bumi.

Gerhana Bulan 
Gerhana Bulan Sebagian terjadi karena masih ada cahaya Matahari yang menyinari sebagian daerah di Bumi.

Gerhana Bulan Total terjadi sebab seluruh Bulan tertutup bayangan Bumi. Jadi Bulan akan padam alias gelap sama sekali.

Adakah Gerhana Planet ?
Ada enggak, sih, gerhana Bumi, gerhana Jupiter, gerhana Mars, gerhana Venus, dan gerhana-gerhana lainnya? Tentu saja ada! Kalau kita tinggal di Bulan, kita bisa melihat Gerhana Bumi. Saat posisi Matahari, Bulan, dan Bumisegaris, maka Bumi akan tertutup bayangan Bulan. Begitu juga kalau kita tinggal di planet-planet lain, kita bisa melihat berbagai macam gerhana. Bahkan, pesawat penjelajah Mars yang bernama Opportunity, telah merekam peristiwa gerhana di Planet Mars.

Rekor Gerhana Matahari
  • Gerhana Matahari paling lama bisa berlangsung selama 7 menit 31 detik.
  • Gerhana Matahari paling lama yang pernah tercatat, terjadi selama 7 menit 8 detik di Filipina.
  • Gerhana Matahari selama 7 menit 29 detik di perkirakan akan terjadi di tengah Samudera Atlantik pada tanggal 17 Juli 2186.



 WRITTEN BY : RACHMAWATI UTAMI